BPJS : Biaya Kecelakaan Kerja Sekarang Tidak Terbatas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tengah melakukan program sosialisasi era baru yang dilakukan secara marathon di 11 daerah selama bulan Agustus ini. Sosialisasi era baru ini dilakukan pada semua kalangan, baik itu para pejabat daerah maupun perusahaan peserta BPJS.

Menurut Direktur Kepesertaan Hubungan Antar Lembaga – Junaedi, sosialisasi kali ini lebih menekankan pada berbagai perubahan regulasi dan benefit dari masing-masing program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

“Untuk JKK, kalau sebelumnya benefit bea pengobatan dan perawatan dipatok di angka Rp 20 juta, maka sekarang menjadi tidak terbatas (unlimited),” terang Junaedi di Surabaya, Jumat (20/8/2015).

Bahkan untuk yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja, akan mendapatkan pendampingan melalui program ‘return to work’, dimana mereka akan dididik untuk bisa bekerja lagi meskipun bila terpaksa harus berbeda profesi.

Sementara untuk JKM, selain ada peningkatan manfaat pada santunan sekaligus, santunan berkala dan bea pemakaman total sebesar Rp 24 juta, juga terdapat pemberian bea siswa bagi anak pekerja yang ditinggalkan sebesar Rp12 juta, dengan catatan berusia tidak lebih dari 17 tahun.

“Selain semua haknya akan dikeluarkan bila terjadi kematian, BPJS,juga akan memberikan beasiswa untuk 1 orang anaknya sebesar Rp 12 juta, asal masih berusia dibawah 17 tahun” lanjut Junaedi.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Cholik menjelaskan mengenai program terbaru BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Pensiun, yang mampu mendorong peningkatan pertumbuhan kepesertaan secara nasional. Tercatat hingga akhir Juli 2015, telah mencapai 17,2 juta peserta.

Meningkatnya minat pekerja swasta menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tampak dari realisasi pendaftar Jaminan Pensiun, yang secara nasional sudah mencapai lebih dari satu juta peserta, meski program baru tersebut baru diselenggarakan saat BPJS Ketenagakerjaan mulai operasional penuh 1 Juli 2015.

“Yang mendaftar untuk jaminan pensiun memang luar biasa, mengingat program ini baru berjalan sekitar satu bulan,” terangnya.

Ditambahkan Cholik, hingga akhir tahun 2015 ini, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah peserta bisa mencapai 20,1 juta peserta. Meskipun disadari bahwa angka ini masih jauh dari jumlah total pekerja di Indonesia.

“Karena itu kami terus melakukan serangkaian langkah strategis, termasuk diantaranya dengan melaksanakan edukasi dan sosialisasi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Medan, Serang, Bali, Surabaya, Makassar, Jawa Tengah, dan Kalimantan,” terangnya.

Selain itu tegas Cholik, di samping memudahkan pendaftaran, BPJS Ketenagakerjaan kini juga lebih mendekatkan diri pada masyarakat dengan membuka sebanyak 121 kantor cabang penuh di seluruh Indonesia, dan menambah 150 kantor cabang perintis dari awalnya cuma 53 kantor cabang.

Sementara untuk jumlah peserta BPJS di Jawa Timur hingga akhir Juli 2015, tercatat sebanyak 33.429 perusahaan aktif dengan jumlah 1.414.762 tenaga kerja. Sedangkan jumlah peserta Bukan Penerima Upah (Informal) tercatat 43.431 pekerja. (Edmen Paulus)

Leave a Reply