3 Perwira Polisi Dipastikan Terlibat dalam Kasus Penambangan Pasir Selok Awar-Awar Lumajang

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Terkait kegiatan penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, yang mencuat pasca kematian Salim Kancil, mulai merambah pada perwira menengah yang pernah menjabat di Polres Lumajang.

Dan seperti dikemukakan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiaji, dipastikan tiga perwira polisi terlibat dalam kasus penambangan pasir Selok Awar-Awar Lumajang, Jawa Timur itu.

“Dalam penyelidikan sementara, mereka menerima setoran dari Kades Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Dan saat ini, ketiganya tengah diperiksa intensif di Polda Jatim,” terang Kapolda saat menghadiri HUT TNI di Kodam V Brawijaya, Senin (5/10/2015).

Bahkan, dalam menyelidiki kasus yang menjadi sorotan nasional ini, penyidik Mabes Polri juga diturunkan.

“Perkembangan terakhir ada oknum anggota yang diduga terima uang dari Kades. Saat ini masih kami dalami,” kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini.

Dia menguraikan, tiga perwira itu saat ini masih dalam pendalamanan Propam Mabes Polri. Dan sejauh mana ketelibatan mereka terus di dalami, termasuk berapa nilai uang yang disetor kepada oknum perwira ini.

Anton menuturkan bahwa ketiga perwira itu ada dari Polres Lumajang dan Polsek Pasiria. Serta juga ada oknum angggota berpangkat bintara.

“Karena ini menyangkut karir, kami harus profesional dan hati-hati. Penyelidikannya akan didekati pelanggaran disiplin, kode etik, atau pidana,” kata Anton.

Kapolda juga menegaskan bahwa penanganan dan penyelidikan tetap di Polda Jatim. Sementara keterlibatan Mabes Polri adalah memback up. (Ep)

Leave a Reply