Pelindo Menjadi Tulang Punggung dan Nyawa bagi Perwujudan Negara Maritim Indonesia (Seri 2)

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Selain itu, pemberlakuan azas cabotage untuk angkutan laut dalam negeri secara penuh sesuai jadwal Roadmap juga menjadi poin penting guna meningkatkan daya saing pelabuhan. Semangat untuk melakukan azas cabotage tidak boleh di tunda-tunda lagi, meski ada beberapa kendala pada beberapa pelabuhan di Indonesia terkait persyaratan untuk penerapan azas cabotage.

Untuk itu, perluasan dan peningkatan pelabuhan menjadi hal yang harus dilakukan. Karena dengan penerapan seluruh muatan angkutan laut dalam negeri diangkut oleh kapal berbendera Indonesia dan dioperasikan oleh perusahaan angkutan laut nasional (full cabotage), serta  mempromosikan kemitraan kontrak jangka panjang antara pemilik barang dan pemilik kapal melalui pemanfaatan informasi ruang kapal dan muatan sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2005, dan melaksanakan Inpres Nomor 2 tahun 2009 terkait dengan kewajiban angkutan barang milik pemerintah diangkut oleh kapal berbendera Indonesia, akan mampu menggairahkan perdagangan melalui laut dan semakin mendekatkan pada “Negara maritim Indonesia”.

Dan tentu saja dengan peningkatan aksesibilitas angkutan barang di daerah tertinggal dan/atau wilayah terpencil, dan daerah padat (macet) melalui revitalisasi pelabuhan lokal serta optimalisasi pelayaran perintis, dan mekanisme Public Service Obligation (PSO), menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Begitu pula dengan optimalisasi angkutan perintis untuk mendukung kelancaran arus barang di daerah terpencil, termasuk short sea shipping, serta mendorong pembangunan kapal nasional untuk menunjang logistik antar pulau, dan mendorong penggunaan kapal Ro-Ro (short sea shipping) harus benar-benar mulai dipikirkan, bila memang ingin meningkatkan daya saing pelabuhan.

Ini semua membutuhkan peningkatan efisiensi dan efektifitas pelayanan angkutan laut secara terpadu melalui peningkatan dan pembangunan pelayaran lintas di dalam koridor ekonomi, percepatan implementasi pengembangan jaringan pelabuhan nasional sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), dan peningkatan keamanan untuk menekan risiko kerugian dalam angkutan barang.

Namun yang tak kalah penting untuk dikembangkan adalah Angkutan Sungai, Danau Dan Penyeberangan, sebagai bagian integral dari sistem angkutan multi moda dalam rangka mewujudkan konektivitas lokal dan nasional, guna menjadikan pelabuhan lebih memiliki daya saing yang kuat.

Karenanya perlu pengembangan angkutan sungai, danau dan penyeberangan dalam rangka konektivitas lokal melalui pengembangan sungai yang potensial untuk transportasi sungai di pedalaman, khususnya di Kalimantan untuk angkutan penumpang dan barang.

Begitu pula dengan restrukturisasi dan reformasi kelembagaan angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Peningkatan pembangunan prasarana dan sarana angkutan sungai danau dan penyeberangan, dan intensifikasi kerjasama keterlibatan sektor swasta dalam penyediaan pelabuhan dan sarana angkutan penyeberangan, harus benar-benar di sinergikan dengan pengembangan pelabuhan sebagai sentra transportasi dan perdagangan.

Dan ini semua akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi Pengelola Pelabuhan Indonesia (Pelindo), sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam mewujudkan peningkatan daya saing pelabuhan dan perdagangan melalui laut, yang pada akhirnya akan mencapai sasaran sebagai Negara Maritim Indonesia.

Pelindo tentu saja akan menjadi tulangpunggung dan nyawa dari upaya mewujudkan Negara Maritim Indonesia. Karena itu, dukungan bagi peningkatan dan efisiensi serta kerja keras Pelindo dalam mengembalikan kejayaan maritime Indonesia, perlu mendapat apresiasi dari semua pihak. (Ep)

Leave a Reply