Dinkes Temukan Formalin di Sidak Mamin Sekolah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Satpol PP Kota Surabaya melakukan sidak jajanan sekolah pada Kamis (5/11/15). Kegiatan itu merupakan bentuk perhatian Pemkot terhadap kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi para pelajar, khususnya yang duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Salah satu sekolah yang didatangi jemarin adalah SDN Pagesangan dan SDN Kebonsari I dan II. Setiba di lokasi, petugas menyasar penjual jajanan yang berada di depan sekolah. Pengambilan sampel uji dimulai dengan es potong aneka rasa. Dilanjutkan dengan keripik samiler, siomay, agar-agar, martabak mini, tahu, jamur krispi hingga minuman jamu tradisional.

Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Umul Jariyah mengatakan, pihaknya rutin menggelar sidak jajanan sekolah.

“Selama ini Dinkes lebih fokus memonitor jajanan di sekitar SD. Pertimbangannya, siswa SD belum cukup mampu memilah mana makanan yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh,” kata Umul.

Tim Dinkes membeli seluruh sampel dari pedagang untuk dibawa ke tempat pengujian. Selain itu, sejumlah sampel makanan dari pedagang di sekitar SDN Kebonsari I dan II juga tak luput dari pantauan petugas. Dari sidak tersebut, total makanan dan minuman yang berhasil dikumpulkan sebanyak 38 jenis.

Dia melanjutkan, adapun zat yang dipantau oleh Dinkes antara lain rodhamin B, metanil yellow, formalin dan boraks. Menurut Umul, jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam rentang waktu yang lama dapat berpotensi mengakibatkan gangguan kerusakan organ dalam. Di samping itu, juga dapat memicu penyakit kanker.

“Dampaknya memang tidak langsung, melainkan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Dijelaskan Umul, para pedagang yang jualan-nya lolos uji akan diberi stiker berwarna hijau dari Dinkes. Sedangkan yang kedapatan mengandung zat berbahaya akan ditandai dengan stiker kuning. Data pedagang lantas diserahkan kepada pihak kelurahan guna mendapat pembinaan lebih lanjut.

“Dalam pemberian sanksi kami lebih mengedepankan prinsip pembinaan. Jika terbukti tidak ada pembenahan maka pedagang bisa dijatuhi hukuman lebih berat. Sebab, kami sudah mengantongi data pedagang yang tidak lolos uji,” terang pejabat berjilbab ini.

Hasil dari sidak tersebut, dari 38 sampel ada 4 sampel positif mengandung bahan berbahaya. Yang didapat dari saos tomat yang mengandung formalin dan rhodamin. Sedangkan dari SDN Kebonsari I,II ditemukan jajanan usus mengandung formalin. Tidak hanya itu ada juga isi cireng ayam mengandung formalin. Serta kerupuk kluntung atau impala mengandung Rhodamin.

Penilaian kualitas pedagang tidak hanya dilihat dari zat-zat yang terkandung dalam makanan atau minuman yang diperjualbelikan. Dinkes juga memantau persyaratan penunjang lainnya meliputi kebersihan pakaian, gerobak serta kesehatan pedagang. (KS1/RED)

Leave a Reply