Terminal TOW Digelontor Dana Rp 2 M

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pemkot Surabaya terus mengupayakan pembenahan fasilitas di terminal Tambak Oso Wilangun (TOW). Salah satu buktinya, dalam KUAPPAS Tahun anggaran 2016 mendatang, dana senilai Rp 2 miliar kembali dianggarkan untuk memperbaiki ruang tunggu penumpang. Jika tahun ini fokus rehab ada di ruang tunggu keberangkatan bus antar kota antar provinsi.

Kepala UPTD Teminal TOW Indera Gani menyatakan pembangunan terminal itu merupakan kelanjutan dari tahun ini. Pasalnya ruang tunggu penumpang yang saat 8ni ada masih belum mencukupi kapasitas.

“Kalau sekarang hanya muat 500 orang kapasitasnya. Kita rencananya akan menambah kapasitas dengan menambah menjadi dua lantai,” kata Indera Gani, Selasa (10/11/15).

Pintu masuk Terminal Tambak Osowilangun Surabaya

Pembangunan ruang tunggu itu dikatakan Indera sebagai persiapan untuk terminal dua tahun ke depan. Khususnya jika jalan lingkar luar barat sudah jadi dan beroperasi. Lantaran jalan itu akan menjadi penghubung utama terminal teluk lamong maka hampir dipastikan terminal TOW akan menjadi jujukan utama penumpang.

Dan pemerintah wajib untuk menyediakan aksesibilitas agar penumpang bisa nyaman mengg7nakan layanan dan fasilitas di terminal TOW. Tahun 2015 ini pun Dinas Perhubungan sejatinya sudah melakukan sejumlah rehab.

Diantaranya adalah ruang tunggu penumpang kedatangan dan juga gate pintu keluar. Dikatakan Indera rehab ini dilakukan sesuai dengan detail engeneering design yang sudah dibuat sejak terminal TOW didirikan.

“Hanya saja yang saat ini kita hadapi adalah penurunan jumlah penumpang di TOW. Penurunannya mencapai 50 persen,” terang Indera.

Penurunan itu terjadi karena ada pembukaan rute baru di terminal Purabaya. Yaitu rute Bojonegoro ke Purabaya. Memang saat ini rute itu masih dilayani di terminal TOW, akan tetapi para penumpang banyak yang lebih memilih perjalanan langsung ke purabaya alih alih berhenti dan ploper bus di terminal TOW.

“Kalau lebaran 2014 sebelum rute di Purabaya dibuka, jumlah penumpang perhari bisa 5000 orang. Kalau weekend 6000 orang. Sekarang hanya separuhnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kadishub Surabaya Irvan Wahyu Drajad mengatakan dalam merehab terminal TOW memang membutuhkan waktu yang agak lama. Menurutnya merehab terminal justru lebih sulit dibandingkan dengan membangun terminal di atas lahan kosong.

“Sebab dalam rehab tersebut ada permasalahan sosial yang dihadapi. Salah satunya menghadapi penggusuran PKL disana,” kata Irvan.

Selain itu Irvan mengaku tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam rehab terminal ini. Hanya saja ada penurunan jumlah penumpang yang signifikan tahun ini. “Harusnya anggaran yang kita ajukan itu Rp 4 miliar, tapi yang disetuji hanya segitu,” pungkas Irvan. (KS1/RED)

Leave a Reply