Risma – Whisnu Lanjutkan Program Bedah Rumah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana melanjutkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, jika dipercaya kembali memimpin Kota Surabaya.

Saat blusukan di Tambak Gringsing, Kecamatan Pabean Cantian, Whisnu Sakti Buana mengungkapkan, program bedah rumah yang tak layak huni sudah dilaksanakan semasa kepemimpinannya bersama Risma mulai 2013.

Program tersebut menurutnya, menindaklanjuti program nasional pemerintahan Jokowi, yang menyediakan 1 juta rumah rakyat. “Program ini mengikuti program nasional perumahan rakyat,” ujar Whisnu, Rabu (11/11/15)

Cawawali Surabaya Whisnu Sakti Buana saat menyapa warga.

Mantan Wakil Wali Kota Surabaya ini mengungkapkan, pada tahun sebelumnya sekitar 200 – 300 unit rumah direhab menjadi layak huni. Minimnya, pemanfaatan program bedah rumah tersebut diperkirakan karena sebagian masyarakat kurang mengetahuinya.

“Mungkin masyarakat kurang tahu sehingga pemanfaatannya belum optimal,” terang alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Ke depan, pria yang akrab disapa Mas WS ini menyampaikan, untuk mendapatkan fasilitas bedah rumah, warga bisa mengajukan sendiri ke pemerintah kota, maupun berdasarkan data yang dimiliki pemerintah kota.

“Sebelumnya pemanfaatannya hanya berkisar 30 – 40 persen dari alokasi,” ungkap Whisnu.

Dia menambahkan, program bedah rumah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat. “Biar gak kumuh. Makanya, dari kondisi rumah yang kurang layak, kita benahi sanitasi dan sebagainya,” katanya

Di Surabaya, wilayah yang diprioritaskan adalah kawasan utara, seperti kawasan Pabean Cantikan. “Kondisi masyarakat yang tingkat ekonominya masih rendah perlu distimulan kesejahteraannya,” ujarnya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu mengungkapkan, tahun depan bukan hanya alokasi anggaran yang dinaikkan, jumlah warga yang mendapatkan fasilitas bedah rumah juga ditingkatkan.

“Di tahun 2016, anggarannya telah kita naikkan sebelumnya Rp 30 juta menjadi Rp 90 juta per rumah. Dan jumlah rumah yang dibedah sekitar 1.000 unit,” jelasnya.

Seorang warga Pabean Cantian, Moch Munir, menyambut antusias dengan program bedah rumah yang dijalankan pasangan nomor urut dua ini. Munir mengatakan, program tersebut menunjukkan kepedulian Risma – Whisnu pada masyarakat kecil.

Ketua Ikatan Remaja Madura ini menambahkan, cukup banyak program pembangunan selama Risma – Whisnu menjabat wali kota dan wakil wali kota, yang berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti layanan kependudukan dan pendidikan gratis.

“Pelayanan KTP, KSK cepat dan singkat. Kemudian sekolah juga gratis,” katanya.

Sementara, dalam pembangunan lingkungan, dia menilai Risma – Whisnu berhasil menciptakan lingkungan kota Surabaya menjadi bersih dan hijau. “Surabaya yang jelas tambah bersih dan hijau sejak dipimpin Bu Risma,” papar Munir.

Warga setempat, kata Munir, bertekad mendukung dan memenangkan pasangan Risma – Whisnu. Dia yakin, apabila kembali terpilih, Risma – Whisnu mampu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Dengan pengalaman selama 5 tahun, saya yakin keduanya akan lebih matang dalam menerapkan kebijakan,” ujarnya.

Sebelum mendapat dukungan dari warga Pabean Cantian yang mayoritas keturunan Madura, pasangan Risma-Whisnu juga dapat dukungan dari tokoh-tokoh Madura di Kawasan Semampir, yang dikoordinir salah satu tokohnya, yakni Sonhaji. (MC/KS/RED)

Leave a Reply