Pemkot Surabaya Akan Bebaskan IMB Bagi Rumah MBR

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Untuk mensukseskan program sejuta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membebaskan IMB untuk rumah MBR.

Pemkot Surabaya Akan Bebaskan IMB Bagi Rumah MBR

Dikatakan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin, selain Kota Surabaya, beberapa kepala daerah yang membebaskan IMB untuk MBR, antara lain Kabupaten Jambi dan Palembang.

“Daerah-daerah itu selain membebaskan IMB juga berhasil dalam menyederhanakan perijinan di bidang perumahan,” terangnya, Selasa (19/1/2016).

Syarif juga mengaskan bahwa tidak ada kata tidak bisa, untuk menyederhanakan perizinan perumahan. Dicontohkan bahwa di Jambi saja perizinan untuk membangun perumahan bisa 14 hari saja.

“Jika Jambi bisa menyederhanakan izin, tentunya kota-kota lain bisa juga melakukan hal serupa, jika memang Pemda mendukung program perumahan untuk masyarakatnya,” terang Syarif.

Karena itulah menurutnya, Kementerian PUPR meminta pemerintah daerah untuk membebaskan IMB untuk rumah MBR. Karena dengan adanya pembebasan IMB di daerah-daerah, diharapkan dapat mendorong peningkatan pembangunan Program Sejuta Rumah bagi masyarakat Indonesia di tahun 2016 ini.

Dikatakan lebih lanjut, Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo bukan sekedar konsep saja, tapi memerlukan dukungan dari pemerintah daerah.

“Salah satunya adalah bagaimana Pemda bisa membebaskan IMB untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” lanjutnya.

Karena itu, pihaknya akan terus mendorong terlaksananya Program Sejuta Rumah di daerah-daerah, karena adanya kesadaran dan dukungan Pemda terhadap program penyediaan perumahan ini, diharapkan juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah itu sendiri.

“Pemerintah telah meningkatkan target pembangunan sejuta rumah untuk masyarakat. Jika sebelumnya target pembangunan rumah untuk MBR hanya berkisar pada angka 609.000 unit rumah, pada tahun 2016 targetnya akan ditingkatkan menjadi 700.000 unit rumah. Sedangkan target rumah untuk masyarakat non MBR atau rumah komersial tahun depan dipatok pada angka 300.000 unit rumah saja,” pungkasnya. (Kj/Ep)

Leave a Reply