Pemain Pilar Menambah Sengitnya Persaingan di IBL Series III

JOGJAKARTA (kabarsurabaya.com) Setelah selesai di Kota Malang, perjalanan kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2015-2016 akan memasuki series III di kota Jogja (GOR Among Rogo, 20 s/d 28 Februari).

Di kota pelajar inilah, IBL akan memasuki fase persaingan yang semakin ketat mengingat 12 tim semuanya sudah meraih kemenangan. Kata “kejutan” mungkin sudah tidak lagi menjadi kalimat yang sering tersiar, mengingat ketatnya kompetisi IBL musim ini hanya ditentukan oleh tim yang paling siap bertanding itulah yang akan menjadi pemenang.

“Kompetisi IBL bukan lagi berbicara mengenai kejutan akan terjadi jika tim X bisa mengalahkan tim Y. Tidak ada jaminan pasti, semua tim saling berjuang untuk mengalahkan dengan peluang yang sama. Hal ini selaras dengan visi IBL kedepannya yakni menciptakan kompetisi yang bersaing dengan sehat dan kompetitif, namun juga menjaga nilai sportivitas.” Ujar Hasan Gozali selaku Komisioner IBL.

“Tidak lupa saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pengurus perbasi daerah Jogja, pecinta basket di kota ini dan juga rekan-rekan media setempat. Semoga seri ini berjalan dengan lancar dan animo penonton yang hadir di GOR Among Rogo juga banyak,” lanjutnya lagi.

Jogja tidak hanya dikenal sebagai salah satu kota dengan animo penonton terbanyak untuk penyelengaraan event-event olahraga bersifat nasional dan internasional. Lebih dari itu, sumbangsih kota yang kerap juga dijuluki “miniatur Indonesia” tersebut, sangat besar khususnya bagi mereka yang terlibat di ajang IBL.

Nama-nama pemain seperti Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan (Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta), IGN Teguh Putra Negara (Stadium Happy 8 Jakarta), Vinton Nolland Surawi (Satria Muda Pertamina Jakarta), Mei Joni (Hangtuah Sumsel), Galank Gunawan (Garuda Bandung).

Juga salah satu wasit berlisensi FIBA terbaik Indonesia, Harja Jaladri (yang pernah memimpin partai final basket kejuaraan Asia), merupakan insan basket yang pernah merasakan pengalaman berkuliah di Jogja dan memulai awal karier basket mereka di kota ini, dilevelan klub lokal, tim kampus maupun universitas.

“Bertanding di kota ini seperti layaknya main di kampung halaman sendiri. Animo penontonnya yang membludak juga memberikan semangat tersendiri buat saya. Semoga seri ini, Stadium bisa mendapatkan hasil yang bagus,” Ungkap IGN Teguh Putra Negara, pemain Stadium Happy 8 Jakarta yang pernah menimba ilmu di Universitas Gajah Mada.

Senada dengan rekan almamaternya, Koming sapaan akrab Ponsianus, Power Foward Pelita Jaya EMP Jakarta, mengatakan akan tampil semangat di hadapan kawan-kawannya di kota ini, sekaligus ingin membalas kekalahan atas CLS Knights Surabaya di seri sebelumnya.

“Jogja sangat berkesan buat saya. Karier basket saya dikenal saat memperkuat tim Universitas Gajah Mada hingga akhirnya saya berlabuh bersama Pelita Jaya. Selain itu juga, tampil di hadapan teman-teman saya di kota ini, sudah pasti akan membakar semangat saya, khususnya saat melawan CLS Knights besok. Kekalahan di Malang, membuat semua pemain Pelita Jaya termotivasi untuk dapat membalasnya. Coach Benjamin pun sudah memberikan evaluasi dan strategi untuk game nanti. Semoga kami bisa revans melawan mereka,” komentar Koming yang juga menilai CLS merupakan tim yang sangat komplit di semua lini.

Tidak hanya Teguh dan Koming, pelatih CLS Wahyu Widayat Jati pun sudah tidak sabar untuk menghadapi series III. Bukan karena ia berdarah Jogja semata, namun di kota ini ia meraih prestasi yang tidak dapat dilupakannya.

“Jogja penuh kenangan buat saya (saat aktif menjadi pemain).Selain kota ini merupakan kampung halaman ayah saya, hal lainnya yang sangat berkesan, saya meraih juara (back to back champions) bersama Aspac dan juga pernah juara turnamen IBL (dengan Satria Muda). Semoga kota ini juga membawa peruntungan buat saya sebagai pelatih,” ujar pelatih yang kerap di panggil dengan sapaan cacing tersebut.

Meski timnya kini berada dipuncak klasemen, Wahyu pun menegaskan kepada timnya untuk tidak cepat puas. Ambisi mengalahkan Aspac di seri ini dan juga persiapan melawan laga big match versus Pelita Jaya (besok) menjadi salah satu catatan khusus yang ia tekankan kepada Mario Wuysang dan rekan-rekannya.

“Saya ingin revans dengan Aspac. Hal ini sangat penting untuk menjaga momentum dan konsistensi permainan tim saya. Kemudian untuk pertemuan kedua kami melawan Pelita Jaya besok, peluang kedua tim sama 50-50. Mereka semakin kuat dengan hadirnya Brandon Jawato dan Batam (Andy Poedjakesuma). Tapi bukan berarti mereka tidak bisa dikalahkan, demikian juga dengan tim saya. Yang jelas, saya sedang membangun sistem di CLS era baru dengan perpaduan chemistry dan sinergi yang melibatkan setiap elemen di team,” ungkapnya lebih lanjut.

Pada seri III ini juga ditandai dengan aksi comeback beberapa pemain pilar yang sempat absen di seri sebelumnya, di antaranya Pringgo Regowo (Stadium), Cristian Ronaldo “Dodo” Sitepu (Satria Muda), Andy Batam (Pelita Jaya), Brandon Jawato (Pelita Jaya), Gian Gumilar (Bandung Utama), serta Yoppi France Giay (Satya Wacana).

Usai seri III Jogja, perhelatan kompetisi IBL berikutnya menuju series IV di Kota Semarang (GOR Sahabat 12 s/d 20 Maret). Seri IV juga akan digelar Women’s Indonesian Basketball League( WIBL) yang akan di ikuti oleh 4 tim, yakni Tomang Sakti Merpati Bali, Sahabat Wisma Sehati Semarang, Merah Putih Predators Jakarta dan Surabaya Fever. (KS7/RED)

Leave a Reply