XL Selenggarakan “Dig-In 2016 Digitalisme”

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Guna memberikan update perkembangan terbaru mengenai industri digital di Indonesia dan dunia, PT XL Axiata Tbk (XL) menyelenggarakan ajang bertitel “Dig-In 2016 DIGITALisME” di Jakarta, Kamis (17/3/2015). Hadir dalam acara ini antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, serta Deputy Kepala Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik.

(ki-ka) Direktur Digital Service XL, Ongki Kurniawan, Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Deputy Kepala Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik dan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dalam acara Dig-In 2016 DIGITALisME di Jakarta. Kamis (17/3/2016)

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini mengatakan, “DIGITALisME merupakan sebuah gerakan untuk berpikir secara “out of the box” untuk memaksimalkan pemanfaatkan sarana digital, sehingga pelaku pemasaran dapat dengan bangga berteriak, Digital adalah saya!

“Pada ajang ini, kami sengaja mengundang pimpinan pemerintah termasuk kepala daerah untuk mengetahui sejauhmana perhatian mereka dalam menyikapi era serba digital. Terutama dalam mengimplementasikan teknologi digital di layanan publik dan dalam mendukung program ekonomi digital,” terangnya.

Dian menambahkan, melalui ajang ini, XL berharap semua kalangan pemasar (marketers) dapat mengerti secara mendalam mengenai bagaimana cara beriklan di platform digital secara efektif, dan menjadikan sarana digital sebagai cara terbaik meraih pelanggan, dan menaklukkan pasar.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, untuk mewujudkan ekonomi digital, salah satunya adalah dengan cara memperkecil gap antara pemberi fasilitas digital dan pengguna digital itu sendiri.

Kepastian regulasi dan program pemerintah akan sangat mempengaruhi iklim bisnis digital. Sebagai contoh misalnya perlunya regulasi yang mengatur persaingan usaha asing dan lokal. Juga perlu adanya kebijakan yang mempermudah kalangan marketer dalam memaksimalkan potensi industri digital nasional untuk menghadapi serangan dagang dari luar negeri.

“Selain itu juga perlu adanya landasan kebijakan untuk mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas mengenai manfaat teknologi digital dan berbagai sarana turunannya,” terang Rudiantara.

Dig-In 2016 akan diikuti oleh tidak kurang dari 700 peserta, yang terdiri dari kalangan pemasar, yang datang dari industri pemasaran antara lain Digital Agency, Media Agency, juga Technology Enabler. (EP)

Leave a Reply