Pameran “Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016” Targetkan Transaksi Rp 6 Miliar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Jawa Timur merupakan salah satu sentra batik di Indonesia, karena hampir semua kabupaten/kota di Jatim memiliki produksi batik dengan corak dan ragam yang berbeda. Bahkan jumlah motif batik juga terus bertambah, seiring dengan semakin berkembangnya industry batik di Jawa Timur.

Sebaran industri batik di Jatim juga mulai merata di semua daerah, mulai Surabaya, Bangkalan, Sumenep, Gresik, Probolinggo, Pamekasan, Tuban, Malang, Pacitan, Mojokerto, Ponorogo, Banyuwangi, Madiun, Blitar, dan daerah lainnya. Dan saat ini tercatat ada 1.600 motif.

Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama, Dadan Kushendarman (dua dari kiri) bersama Kabid Industri, Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Disperindag Pemprov Jatim, Sriyono (tengah), saat jumpa pers tentang persiapan Pameran “Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016” di Surabaya, Jumat (29/4/2016)

Seperti dikatakan Kabid Industri, Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Disperindag Pemprov Jatim, Sriyono, insdutri batik di Jatim terus tumbuh pesat sejak tahun 2013, dimana setiap tahunnya pertumbuhan industri batik rata-rata mencapai 5 – 7 persen.

“Saat ini ada 9.834 usaha kecil dan menengah (UKM) yang konsisten memproduksi batik. Mereka tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim dan mampu menyerap 29.574 orang tenaga kerja,”  terangnya saat menjelaskan pelaksanaan Pameran “Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016”, akhir pekan kemarin.

Pameran “Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016” yang diselenggarakan PT Debindo Mitra Tama (Debindo), bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim serta Dekranasda Jatim ini, akan digelar mulai tanggal 11 – 15 Mei 2016 mendatang di Grand City Surabaya.

Dikatakan Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama Dadan Kushendarman, tumbuhnya industri batik di Jatim ini akan bisa dilihat dalam pelaksanaan “Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016”, yang akan diikuti oleh sekitar 204 pengrajin batik, border dan asesoris.

“Peserta tahun ini meningkat tajam, bila dibandingkan dengan peserta event yang sama tahun lalu, yang hanya diikuti 155 pengrajin. Bahkan dari jumlah itu, 150 di antaranya merupakan UMK Mandiri,” terangnya.

Kenaikan jumlah peserta ini menurut Dadan, karena tahun ini “Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016” diikuti oleh 38 kabupaten/kota. Sedang pada tahun sebelumnya hanya ada 15 daerah yang ikut.

“Karena melihat antusiasme yang tinggi ini, maka kami menargetkan penyelenggaraan Pameran Batik, Bordir dan Aksesoris Fair 2016 kali ini, bisa mencapai transaksi sebesar Rp 6 miliar, atau naik 10 persen dibanding  tahun lalu yang mencapai tramsaksi sebesar Rp 5,2 milyar,” pungkasnya.

Selain itu, dalam pameran ini nantinya juga akan digelar pula fashion show batik anak-anak, lomba drapping, pemilihan putra-putri batik bordir, demo membatik, lelang batik dan kegiatan lainnya. (EP)

Leave a Reply