Gus Ipul : Hubungan Kyai – Santri Tidak akan Putus

MOJOKERTO (kabarsurabaya.com) Berkumpulnya antara Santri dengan Kyai dirancang hubungannya tidak hanya di dunia tapi juga sampai akherat. Maka itulah hubungan Santei – Kyai tidak akan putus, terus sabung menyambung seakan-akan ingin menyampaikan santri tidak ingin pisah dengan kyai-nya.

Begitu pula sebaliknya, Kyai tidak ingin pisah dengan santrinya. Itu hubungan yang kokoh dan kuat, dan menjadi sesuatu yang istimewa. Hal itu berbeda dengan alumni-alumni sekolah umum, dimana hubungannya sebatas dunia. Hal itu diutarakan Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul pada acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar Ikatan keluarga Besar PP Darul Ulum Komisariat Kab/ Kota Mojokerto, di Kantor PCNU Kab Mojokerto, Jl RA. Basuni Mojokerto, Minggu (10/7/2016)

Ditambahkan, Pondok yang satu dengan Pondok Pesantren yang salin saling terhubung, tidak ada Pondok yang terputus, utamanya Pondok-pondok Pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sebetulnya, PP. Darul Ulum nyambung dengan Denyar, Tebu Ireng, dan Tambak Beras. Kalau ditarik keatas nyambung dengan Kyai Saichona Cholil Bangkalan, terus nyambung ke Lirboyo, ke Sidogiri, Genggong, Asem Bagus. Bahkan kalau ditarik keatas terus  Insya Allah bisa sambung sampai ke Rosulullah SAW.

“Pondok yang satu sambung dengan Pondok yang lain dikarenakan dua hal, yaitu nazab keilmuan dan karena nazab pernikahan,” jelasnya.

Gus Ipul mengatakan, ditinggal Ramadhan sedih  sekaligus gembira. Sedih karena jika mengetahui kemuliaan dalam bulan Ramadhan, kita ingin setiap bulan adalah bulan Ramadhan. Luar biasa. Kalau bisa melaksanakan sesuatu di bulan Ramadhan pahalanya dilipat gandakan. Itulah salah satu kemuliaan di bulan Ramadhan.

Sedangkan gembira setelah Ramadhan karena masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan, mudah-mudahan kita panjang umur masih dberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu Ramadhan tahun depan.

Baru saja salah seorang mursyid/ guru di PP Darul Ulum meninggal. Menurutnya, wafatnya orang alim seperti matinya alam. “Oleh karena itu kita doakan kepada penerus keluarga besar PP Darul Ulum diberi kekuatan oleh Allah untuk meneruskan perjuangan para sesepuh dan diberi kesehatan, sama seperti guru-guru sebelumnya,” katanya.

Saya tidak percaya ada pondok kecl atau besar. Pondok besar asalnya dari pondok yang kecil. Maka para santri tidak  perlu kecil hati, mulailah dengan berbuat sesuatu, ramaikan madrasah milik NU dan Masjid-masjid NU, kalau memungkinkan bangunlah pondok pesantren dan sekolah-sekolah diberbagai kawasan, sehingga akan memperluas kesempatan umat/ masyarakat untuk mengikuti pendidikan di pondok pesantren. Inilah satu kekuatan/ jaringan dimana satu dengan yang lain saling terhubung.

Pembina Yayasan Pendidikan Islam walisongo Dr HM Jumari sutaarso, BcKn, MM mengatakan, acara yang dihadiri 500 orang alumni ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak santri SMP, SMA Yayasan Darul Ulum  Jombang. untuk praktek di masyarakat dalam mengembangkan ilmunya. (ks5/red)

Leave a Reply