Kapal Terbesar Sepanjang Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak, Sandar di Terminal Teluk Lamong

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Inovasi pelayanan Pelindo III sepertinya mendapat sambutan baik oleh dunia internasional. Ini terlihat dari dilakukanya pelayanan bongkar muat di Terminal Teluk Lamong oleh Maersk Line sebagai pelayaran besar dunia.

Dan tak tanggung-tanggung, kapal berkapasitas lebih dari 4.000 Teus ini, menjadi tonggak sejarah bagi pelabuhan Tanjung Perak, bahwa Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan baru mampu menjadikan Surabaya sebagai pusat perdagangan internasional dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.

Tommi Ritscher merupakan salah satu armada Maersk Line yang melakukan kegiatan Bongkar Muat (B/M) di Terminal Teluk Lamong. Kapal dengan ukuran panjang 256 meter dengan berat 48.338 ton tersebut membutuhkan kedalaman -12,4 LWS, dimana dermaga internasional Terminal Teluk Lamong mampu menampung kapal hingga kedalaman -16 LWS.

Kapal terbesar yang sandar di Terminal Teluk Lamong

Sebanyak total 2.822 box atau 3.996 Teus peti kemas dilayani di dermaga Internasional Terminal Teluk Lamong. Sebanyak 549 box peti kemas dibongkar dan sebanyak 2.273 box dimuat. Tujuan muatan Tommi Ritscher adalah Indonesia–Cintao (Cina) dan Busan (Korea).

Terminal Teluk Lamong sebagai anak perusahaan Pelindo III terbukti telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian bangsa. Peralatan serba canggih yang menjanjikan kecepatan dan ketepatan menjadi hal menarik bagi pelayaran dunia untuk melakukan pelayanan di Terminal berkonsep ramah lingkungan tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada Terminal Teluk Lamong karena pelayanan yang excellent, baik dari segi peralatan, lapangan dan staff yang melayani sehingga proses sandar dan bongkar muat dapat berjalan dengan mudah dan cepat,” ujar Kapten Kapal Tommi Ritscher, Capt. Michael Mueller, di dermaga Terminal Teluk Lamong.

Tommi Ritscher sebagai kapal bervolume besar yang sandar di Terminal Teluk Lamong merupakan pembuktian bahwa perekonomian Indonesia berangsur membaik. Pelindo III mampu berkontribusi penuh bagi bangsa melalui Terminal Semi Otomatis pertama di Indonesia dengan kemampuan dan kualitas kelas dunia.

Diketahui, Maersk Line merupakan perusahaan pelayaran asal Denmark dan menjadi yang terbesar di dunia. Berdasarkan ranking TOP 100 yang dirilis oleh Alphainer pada Januari 2016, Maersk Line memiliki armada terbanyak dan kapasitas kapal terbesar.

Perusahaan pelayaran tersebut mengoperasikan 589 unit kapal peti kemas dengan total kapasitas mencapai 3.010.757 Teus atau 13,5 % dari total kapasitas pengiriman peti kemas dunia. Kini 31 unit kapal berkapasitas 405.910 Teus sedang dipersiapkan untuk melayani kegiatan pengiriman barang melalui laut di seluruh dunia. (EP/RED)

Leave a Reply