Pemkot Surabaya Hutang Blanko E-KTP ke Pemkot Batu dan Bangkalan

LebihAntrian 10 Ribu E-KTP Belum Tercetak

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Ternyata sampai saat ini, di Surabaya, masih banyak warga yang belum memiliki E-KTP. Lebih dari 10 ribu antrian E-KTP yang belum tercetak.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, mengatakan, blanko EKTP yang dijatah dari pemerintah pusat (Kementerian Dalam Negeri) memang sedang seret sejak bulan puasa yang lalu.

Dan setiap stok blanko di Surabaya habis, maka Dispendukcapil harus mengambil lagi stok blanko yang dibutuhkan. Namun sejak awal bulan puasa tahun 2016 lalu, stok blanko yang diberikan ke pemerintah kota Surabaya menurun drastis dari jumlah yang dibutuhkan.

Pemkot Surabaya Hutang Blanko E-KTP ke Pemkot Batu dan Bangkalan

“Biasanya kita sekali ambil itu dapat sebanyak 10 ribu blanko. Nah kemarin waktu bulan puasa sempat saya kesana nggak dapat sama sekali. Lalu minggu berikutnya diberikan hanya 456 lembar blanko saja,” kata Suharto.

Pria yang akrab disapa Anang ini menjelaskan, jumlah itu belum normal hingga sekarang. Bahkan sejak akhir bulan puasa lalu, pemkot terpaksa harus meminjam ke daerah lain untuk bisa mencukupi kebutuhan pencetakan E-KPT di Surabaya.

“Kami terpaksa pinjam blanko E-KTP dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 1.800 blanko. Itupun stoknya sudah habis sejak puasa,” kata Anang.

Dan karena stok habis dan pemerintah pusat juga tidak segera memberikan blanko E-KTP maka pemkot Surabaya kembali meminjam dari daerah lain. Kali ini pemkot meminjam ke Kota Batu sebanyak 912 lembar blanko E-KTP.

“Saat ini kita sedang menghabiskan stok yang dari Batu. Setelah itu kita masih belum punya blanko lagi,” kata Anang.

Lebih lanjut, Anang menjelaskan, saat ini timnya sedang berangkat ke Jakarta untuk mengambil blanko di Kemendagri. Namun kabarnya jumlah yang bisa diambil pun masih belum bisa normal.

Kabarnya yang bisa diberikan hanya 456 lembar. Maka, Anang sedang mengintruksikan agar timnya menginap dulu di Kemendagri agar bisa mendapatkan lebih banyak blanko E-KTP. Sebab blanko dari Kemendagri itu tidak bisa diberikan gelondongan, melainkan dijatah per hari.

“Tapi jumlahnya juga belum pasti, makanya saya suruh nginap dulu, siapa tau besok dapat 500 lagi kan lumayan,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku sangat menyayangkan kondisi kekurangan blanko ini, karena beberapa waktu lalu pelayanan E-KTP sempat terganggu masalah alat pencetak yang kurang. Namun setelah alat dipenuhi, namun ternyata ada permasalahan dengan jaringan.

“Nah, setelah semua sudah beres, justru saat ini permasalahannya adalah masalah blanko yang habis,” tambahnya.

Gara-gara kehabisan stok lembar blanko E-KTP ini, maka pencetakan E-KTP pun juga terhambat. Oleh sebab itu jumlah antrian yang sudah masuk dan belum dicetak pun terus bertambah. Sebelumnya hanya dikisaran 7000 antrian saja. Namun saat ini sudah membengkak lebih dari 10 ribu antrian.

“Bagi yang antri ini, mereka langsung kami berikan surat keterangan telah rekam E-KTP sebagai bekal mereka untuk keperluan membuat SIM, paspor, bank, akta nikah, dan juga urusan yang lain,” ulas Anang.

Ia sangat berharap kekurangan blanko ini bisa segera teratasi, karena daerah tidak bisa mencetak blanko sendiri lantaran ada chip dalam blanko yang tidak bisa di cetak sendiri di daerah.

“Kalau mau mengajukan dicetak di daerah, maka harus ada perubahan undang-undang terlebh dahulu,” jelasnya.

Yang lebih parah lagi, saat ini pun pemkot Surabaya sedang ditagih oleh Kabupaten Bangkalan dan Kota Batu, untuk segera mengembalikan blanko E-KTP yang sudah dipinjam. Padahal di Surabaya sendiri juga masih belum bisa mencukupi kebutuhan E-KTPnya. (ks1/EP)

Leave a Reply