Didakwa Jual Narkoba, dr Rudhy Diganjar 3 Tahun Penjara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Dokter Harryanto Rudhy, 54, Warga Jalan Jemur Andayani XVII diganjar 3 tahun kurungan penjara. Terdakwa dr Harryanto Rudhy dinilai bersalah karena memperjual belikan obat yang tergolong narkotika kepada pecandu dengan dosis yang tidak tepat.

Terdakwa dr Rudhy

Amar putusan itu dibacakan oleh Hakim ketua, Wayan Sosiawan di ruang garuda PN Surabaya. Dimana hakim menilai dokter Harryanto Rudhy ini bersalah dan melanggar Pasal 43 ayat 4 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain terdakwa di vonis 3 tahun kurungan penjara, hakim juga memutuslan untuk mendenda terdakwa sebesar Rp 600 juta.

Putusan ketua majelis hakim yang dibacakan Wayan Sosiawan, ini lebih ringan jika dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Endro Riski dengan 5 tahun kurungan penjara.

Meski begitu, kuasa hukum dr Harryanto Rudhy mengajukan banding atas putusan itu. “Terdakwa tidak memperjual belikan narkotika,” kata salah satu pengacara, Rudy Sapoelete.

Seperti diketahui dr Budhy ditangkap pertama kali oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya karena menjual obat jenis narkotika golongan tiga di tempat prakteknya di Jalan Ahmad Yani. Diduga dokter ini memberikan obat yang tidak sesuai pada pecandu narkoba.

Modus yang digunakan terdakwa dengan cara memberikan narkotika yang dikemas dalam bentuk obat tersebut ke pada pasiennya yang mengalami ketergantungan dengan narkoba. (ks2/red)

Leave a Reply