Imigrasi Surabaya Jemput Bola, Layani Orang Sakit, Lansia dan Disabilitas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Peningkatan pelayanan terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. Orang sakit, lansia (lanjut usia) dan penyandang disabilitas, bakal tidak perlu repot-repot datang ke kantor imigrasi.

Zaeroji (kiri) menunjukkan aplikasi home service passport didampingi petugas, Agra.

Sebab petugas imigrasi bakal mendatangi pemohon untuk melakukan perekaman data melalui program baru yakni Home Service Paspor. Untuk pelayanan ini, imigrasi menetapkan kriterian akan melayani pemohon yang jangkauan rumahnya 25 kilometer dari imigrasi.

“Mereka ini dilindungi oleh undang-undang, tentunya harus diberikan pelayanan yang lebih. Cukup mendaftar melalui email, petugas kita akan datang ke rumah. Ketentuan radius 25 kilometer ini mulai dari barat, utara, selatan dan timur,” ujar Zaeroji, Kepala Kantor Kelas I Khusus Surabaya, Kamis (21/10/2016).

Selama ini imigrasi sudah memberikan prioritas khusus bagi ketiga kategori tersebut di kantor Graha Pena Surabaya. Namun untuk lebih meningkatkan pelayanan, imigrasi akan jemput bola.

Khusus orang sakit yang berlokasi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, cukup dengan melampirkan surat keterangan/rekom dari dokter.

“Bagi lansia ini untuk kondisi tertentu, atau sudah tidak mampu lagi menggunakan kursi roda, atau dalam keadaan lagi sakit stroke. Jika orang itu sakit dikuatkan dengan rekom dokter. Artinya, pelayanan khusus ini sebagai upaya kita untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat,” tegas mantan Asisten Pejabat Imigrasi di Jeddah, Saudi Arabia ini.

Bagi calon pemohon paspor cukup dengan mengklik website surabaya.imigrasi.go.id/homeservicepassport, masyarakata Surabaya bisa mendaftarkan dalam program yang akan dilaunching pada 25 Oktober mendatang.

Sebelumnya, inovasi terakhir yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya ini, yakni mengambil paspor yang sudah jadi pada mesin barcode yang disediakan di depan kantor.

“Kita tidak bisa memungkiri, masyarakat Surabaya ini masuk kategori memiliki kesibukkan yang cukup padat. Maka dari itu, kita selalu berupaya untuk melakukan inovasi. Kapan saja selama jam kerja akan kita layani. Setelah program ini berjalan, sistem yang akan membatasi berapa jumlah kemampuan kita dalam melayani program ini,” pungkas mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus di Medan, Sumatera Utara ini. (Budi/Red)

Tags: 

Leave a Reply