Anugerah Kasih Investama Group Tawarkan 2 Properti Vila di Jatim dan Bali

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang pada tahun 2016 hanya berada di level 5,55%, pada tahun 2017 ini diproyeksikan bisa menyentuh angka 5,7%–6,1%, seiring dengan perbaikan konsumsi pemerintah dan swasta. Kondisi ini nampaknya menjadi sinyal positif bagi PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group untuk memasarkan produk propertinya, yaitu Imperial Izumi Resort di Trawas, dan Tavisamira Resort di Bali.

Direktur Pemasaran AKI Group, Hans Herwin mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik, sektor investasi juga mulai memperlihatkan pemulihan yang fantastis.

“Ini bisa dilihat dari posisi selama empat tahun terakhir, sektor investasi di Jawa Timur selalu masuk tiga besar terbaik di Indonesia. Bahkan tahun lalu nilai investasi di Jatim mencapai Rp 350 triliun. Begitu pula konsumsi masyarakat juga cukup tinggi hampir mencapai 60 persen,” terangnya pada kabarsurabaya.com, Kamis (20/4/2017).

Imperial Izumi Resort di Trawas

Karena itu, masih menurut Hans, membaiknya tren pertumbuhan ekonomi di Jatim ini, membuat pihaknya optimis bahwa pemasaran Imperial Izumi Resort di Trawas dan Tavisamira Resort di Bali pada 25 April 2017 di Surabaya mendatang, akan lebih cepat mendapat respon dari para investor dan konsumen.

“Melalui salah satu anak usaha AKI, yaitu PT Anugerah Selaras, kami akan membangun sebanyak 105 unit vila dengan nama ‘Imperial Izumi Resort’ di lahan seluas sekitar 2,5 hektar di daerah Trawas Mojokerto dengan nilai investasi sekiar Rp 150 miliar. Imperial Izumi Resort ini merupakan proyek ke empat setelah The Leaf Boutigue Resort di Bogor, Bhuvana Village Regency di Tangerang dan Tavisamira Resort di Bali,” tambah Hans.

Pembangunan vila yang dijual mulai dari Rp 1,5 miliar ini akan mengusung konsep vila bergaya Jepang dengan private pool disetiap unit vila. Selain itu juga pengelolaan Imperial Izumi Resort ini juga akan menggunakan standar hotel bintang lima.

Tavisamira Resort di Bali

“Sementara tipe yang kami tawarkan nantinya aka nada 2 tipe yaitu tipe 100 meter dan 150 meter,” lanjutnya.

Sementara pemilihan nama Imperial Izumi Resort yang berbau Jepang, menurut Hans karena memang konsep yang dipakai untuk property ini mengadaptasi konsep bangunan Jepang serta penataan taman dan lingkungan sekitar juga akan sama persis seperti yang ada di Negeri Sakura.

AKI Juga Pasarkan Tavisamira Resort di Bali

Dlam kesempatan yang sama, Hans juga menjelaskan bahwa pihaknya melalui anak usahanya yaitu PT Anugerah Kasih Satu juga mulai memasarkan Tavisamira Resort, the hippest beach club in Bali, yang dibangun persis di bibir Pantai Pasut, Tanah Lot, Bali.

Untuk tahap awal, Tavisamira Resort akan dibangun di atas lahan 1,4 hektar, terdiri dari 40 unit villa dengan ukuran 8×17 meter sebanyak 32 unit dan 16×16 meter sebanyak 6 unit dengan harga mulai dari Rp 3 miliar.

“Pembangunan Tavisamira terinpirasi dari beach lifestyle yang dinamis, aktif, namun elegan dan berkelas. Sedang nama Tavisamira ini diambil dari Bahasa Sansekarta, dimana Tavisa artinya kuat, surga & enerjik, sementara Meera berarti cahaya laut, makmur, dan beruntung. Jadi kalau digabungkan akan berarti surga di bibir pantai yang enerjik yang akan terus membawa kemakmuran dan keberuntungan,” jelasnya.

Hans juga menambahkan, tren pembangunan resort saat ini, khususnya di wilayah bibir pantai di daerah Bali mulai banyak yang menambahkan club pada bangunan resort-nya. Hal ini, lantaran banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang mencari hiburan di club-club di luar resortnya. Dengan demikian, kehadiran Tavisamira, yang juga membangun club di pinggir pantai ini diharapkan dapat memenuhi tingginya antusiasme para wisatawan muda tersebut.

“Dengan kehadiran club di Tavisamira yang memilik tagline: The hippest beach club in Bali ini, kami pastikan akan memancing kerumunan para wisawatan untuk berkunjung ke resort ini. Dan tentu saja pemilik villa atau investor yang menyewakan villanya, juga akan mendapatkan untung dari biaya sewa para pengunjung,” pungkas Hans Herwin. (men)

Leave a Reply