ESET : Linux Kukuhkan Trend Efisiensi Budget IT

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Penggunaan IT pada berbagai bisnis saat ini jelas merupakan sebuah keniscayaan. Dan bagi sebuah perusahaan menerapkan sistem keamanan dalam jaringan komputer merupakan kewajiban yang tidak bisa dielakkan.

Karena seringkali server juga ikut jadi sasaran serangan virus, maka sebuah perusahaan yang memiliki jaringan memerlukan server sebagai manajemen kontrol yang tidak mudah ditembus. Karena itu, pemilihan platform menjadi krusial, karena merupakan elemen mendasar dalam sebuah komputer.

Pentingnya pemilihan platform server yang tepat juga menjadi perhatian PT Prosperita ESET Indonesia, dimana menurut Harya Aditia, technical assistant ESET, karena server adalah jantung kehidupan bagi keamanan sistem perusahaan, fungsi utamanya sebagai manajemen kontrol yang mengelola, mengawasi kinerja sistem keamanan menjadikannya sebagai obyek vital dalam perusahaan.

(ki-ka) Marketing Director PT Prosperita ESET Indonesia, Chrissie Maryanto bersama Harya Aditia, Technical Assitant PT Prosperita ESET Indonesia

“Dan jika kita bandingkan satu platform dengan platform lain, maka Linux adalah yang paling direkomendasikan, karena memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki platform lain,” terangnya di acara media briefing di Hotel Ibis City Center Surabaya, Rabu (27/9/2017).

Harya juga menambahkan, bahwa server yang mengemban tugas sebagai pengelola sistem keamanan seperti antivirus, firewall, dan enkripsi harus memiliki induk semang dengan kerentanan seminim mungkin untuk mengurangi peluang ancaman yang masuk.

“Dan kriteria itu sangat sesuai dengan Linux yang memiliki beberapa keunggulan seperti; hemat biaya karena tidak perlu membayar lisensi, memiliki kerentanan yang minimalis terhadap virus (stabilitas), seta secara hardware, Linux memiliki persyaratan yang jauh lebih rendah dalam penggunaan hardware sehingga dapat berjalan pada komputer dengan spesifikasi rendah dengan tanpa masalah sama sekali,” tambahnya..

Sementara Marketing Director PT Prosperita ESET Indonesia, Chrissie Maryanto menambahkan, berdasar hasil survei yang dilakukan oleh International Data Corporation (lDC) mengenai data penjualan hardware sepanjang 2017, tercatat sebanyak 28% pengguna menggunakan server yang berbasis Linux.

“Ini menunjukkan banyak perusahaan mulai mengaplikasikan Linux sebagai platform untuk server mereka,” terangnya.

Chrissie juga menambahkan bahwa ESET mengklaim 100% Native Management Antivirus di Linux. Ini memberikan kemudahan pada perusahaan yang memiliki infrastruktur beragam karena tetap bisa menikmati perlindungan antivirus pada semua sistem operasi, dan melakukan manajemen antivirus pada sistem operasi Linux.

“ESET Remote Administrator (ERA) adalah aplikasi untuk mengelola produk ESET di lingkungan jaringan, termasuk workstation, server dan perangkat seluler dari satu lokasi pusat. Dimana dengan menggunakan ESET Remote Administrator Web Console (ERA Web Console) pengguna dapat mengelola tugas, menerapkan kebijakan keamanan, memantau status sistem dan dengan cepat merespons masaiah atau ancaman pada komputer dari jarak jauh,” tambah Chrissie.

Dengan terobosan ini, lanjut Chrissie, setidaknya ini akan meningkatkan kontribusi revenue untuk ESET, yang hingga saat ini, Jatwa Timur berkontribusi 20 hingga 30 persen dari total nasional, atau menempati urutan ketiga setelah Jakarta dan Jabar.

“Hingga akhir tahun ini, ESET menargetkan peningkatan kontribusi hingga 30 persen,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply