SUN Luncurkan Susu SUN Ibu dengan Formula Baru

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Asupan gizi ibu hamil akan menentukan asupan gizi yang diperoleh bayi dalam kandungan. Karena itu ibu yang sedang hamil harus sehat dan cukup gizi untuk memastikan tumbuh kembang janin berjalan optimal.

Memahami hal itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., melalui Nutrition and Special Foods Division menghadirkan SUN Ibu dengan formula baru yang mengandung gizi lengkap dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan janin sejak masa kehamilan.

SUN Luncurkan Susu SUN Ibu dengan Formula Baru

Susan Ernawati, Head of Marketing Indofood Nutrition and Special Foods mengatakan, SUN yang sudah lama dikenal sebagai produk makanan bayi bermutu, kini hadir lebih awal dan semakin mempertegas perhatiannya dalam pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan memperkenalkan kembali SUN Ibu (susu ibu hamil, red) dengan formulasi yang diperbarui untuk menunjang kesehatan optimal ibu dan janin.

“Formula baru yang dihadirkan SUN mengandung zat gizi penting yang dibutuhkan ibu hamil, terutama zat besi dan asam folat, serta dilengkapi kandungan Omega 6 & 3 tertinggi serta DHA, vitamin B6, dan serat,” terangnya pada kabarsurabaya.com, diacara Seminar Nutrisi SUN di Surabaya, Sabtu (30/9/2017).

Susan juga menambahkan, SUN Ibu juga diformulasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa susu yang enak dan tidak enek, agar ibu hamil yang kerap merasakan mual, muntah, dan mudah kenyang tetap bias memenuhi asupan gizi penting bagi janinnya.

Seminar Nutrisi SUN Ibu

Data Riskesdas 2013 menunjukkan, satu dari dua ibu hamil di Indonesia tidak tercukupi kebutuhan gizinya. Padahal, gizi selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting untuk kualitas fisik dan kecerdasan anak di masa depan.

“Perlu disadari oleh calon ibu, gizi 1000 HPK dimulai sejak awal kehamilan. Dan kurangnya gizi pada masa kehamilan dapat menyebabkan risiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR),” tambah Susan.

Sementara pakar gizi, Lilik Rosidah, SKM, M.Kes, menambahkan, selain risiko BBLR, tidak terpenuhinya kebutuhan gizi selama kehamilan juga menjadi salah satu penyebab kematian bayi. Berdasarkan survey BPS tahun 2016, angka kematian bayi di JawaTimur mencapai 23,6%, sedangkan di Kota Surabaya berkisar 19,5%. Padahal, mengacu pada target MDGs (2015) mencanangkan untuk menjaga angka kematian bayi sekitar 23 per 1000 kelahiran atau setara dengan 2,3%,” papar

“BBLR mencerminkan hasil perkembangan janin dan kecukupan gizi janin selama dalam kandungan. Bayi dikatakan BBLR jika berat lahirnya kurang dari 2500g. Dampak BBLR membuat organ tubuh bayi dan fungsinya kurang sempurna, pertumbuhan lamban, kemampuan kecerdasan yang kurang, serta potensi bayi mengalami gangguan mental, fisik dan kesehatan,” tambahnya.

Sedang Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH., Ahli Gizi Ibu dan Anak menilai, ibu hamil membutuhkan asupan zat gizi makro dan mikro. Zat gizi makro seperti energi dan protein berperan penting dalam proses metabolisme tubuh serta pembentukan plasenta dan organ janin. Sedangkan zat gizi mikro terutama zat besi, asam folat, asam lemak Omega 6 & 3, DHA, kalsium, vitamin dan serat, menjamin kehamilan yang sehat dan optimal.

“Kelengkapan zat gizi tersebut dapat dipenuhi dengan meminum susu khusus untuk ibu hamil demi mencukupi kebutuhan gizi makro dan mikro sekaligus menghindari berbagai gangguan kehamilan,” terangnya.

Selain menghadirkan SUN Ibu dengan formula baru, SUN juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil kepada para kader kesehatan yang terdiri dari ahli gizi dan bidan di sejumlah kota/kabupaten termasuk Surabaya.

“Pada akhirnya, diharapkan agar semakin banyak ibu yang memahami pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan dan menyusui,” pungkas Susan. (men)

Leave a Reply