PETRI : Waspadai Nyamuk di Musim Panas ini

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Perubahan iklim yang semakin panas akhir-akhir ini membuat nyadari muk lebih cepat berkembang biah dan bahkan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Karena itu, hendaknya masyarakat perlu lebih menyadari dan meningkatkan upaya perlindungan diri dan lingkungan.

Hal ini dikemukakan Dr dr Leonard Nainggolan, SpPD KPTI, dari Persatuan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi (PETRI) RSCM, diacara Media Briefing “Nyamuk Bandel, Perkembangannya & Wabah yang ditimbulkan” di JW Mariot Hotel Surabaya, beberapa waktu lalu.

PETRI Waspadai Nyamuk di Musim Panas ini

“Cuaca yang panas akhir-akhir ini menyebabkan nyamuk semakin mudah dan cepat berkembangbiak. Dan nyamuk membutuhkan lebih banyak protein dalam darah manusia untuk berkembangbiak,” terangnya.

Leonard juga menambahkan, iklim panas juga menyebabkan nyamuk lahir dengan ukuran yang lebih kecil, yang artinya nyamuk semakin aktif untuk menggigit.

“Nah, jika nyamuk semakin banyak, maka akan semakin banyak pula darah manusia yang mereka butuhkan. Ini akan menyebabkan semakin banyak pula individu yang bisa terinfeksi,” lanjut Leonard.

Menyitir data dari WHO tahun 2016, Leonard menyebutkan bahwa penyakit yang ditularkan melalui nyamuk mencakup lebih dari 17% dari semua penyakit menular, seperti; demam berdarah, malaria, demam kuning, chikungunya dan yang terbaru virus Zika.

“Ini menyebaban lebih dari satu juta kematian setiap tahunnya karena nyamuk,” tambah Leonard.

Karena itu Leonard menekankan perlu adanya pembudayaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang berkelanjutan sepanjang tahun.

“Selain itu perlu dibudayakan juga gerakan satu rumah, satu jumantik atau juru pemantau jentik,” tegasnya.

Mengingat tempat pengembangbiakan nyamuk biasanya berada di septic tank, saluran air, parit, kolam, selokan dan lain-lain. Oleh karena itu masyarakat perlu memerhatikan dan sering melakukan survei ke tempat-tempat tersebut, serta melakukan 3M (menguras, menutup dan mengubur).

“Atau juga memodifikasi tempat dan barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Misalnya, tumpukan ban bekas, lebih baik dimodifikasi menjadi pot bunga dibanding dibiarkan tertumpuk,” katanya.

Lebih jauh Leonard juga menjelaskan bahwa untuk memberantas nyamuk, produk insektisida rumah tangga juga dapat menjadi pilihan, seperti penggunaan koil nyamuk, aerosol, electric vaporize dan liquid vaporizer misalnya.

“Selain itu, beberapa upaya seperti menanam tumbuhan pengusir nyamuk di area taman dan seputar rumah juga bisa dilakukan,” jelas Leonard.

Sementara untuk masyarakat perkotaan khususnya, Leonard menyarankan untuk memperhatikan tempat-tempat seperti tatakan pot dalam rumah dan pembuangan AC yang tergenang air, karena sangat bisa menjadi sarang nyamuk.

“Lebih dari itu, memerhatikan kebersihan tubuh juga menjadi hal yang penting dilakukan, karena bau badan manusia lebih disukai nyamuk,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply