Artotel Surabaya Rayakan Hari Beer Sedunia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Ikut meramaikan perayaan Hari Beer Sedunia, yang serentak diselenggarakan di bulan Oktober dan dikenal dengan sebutan OktoberFest, Artotel Surabaya menggelar acara bertajuk Wish You Were Beer.

Acara yang akan di gelar pada tanggal 28 Oktober 2017 mulai pukul 2 siang ini, sekaligus akan dilakukan peluncuran pameran rutin bulanan Artotel Surabaya dengan judul “Senandung Ombak” yang bertempat di restoran Roca dan Artspace yang berada di area lobby Artotel Surabaya.

Dikatakan General Manager Artotel Surabaya, Hassanudin,  Wish You Were Beer terinspirasi dari kalimat berbahasa inggris yakni “Wish You Were Here” yang memiliki arti berharap kamu disini.

Artotel Surabaya Rayakan Hari Beer Sedunia

“Makna yang di ambil dari kalimat tersebut adalah ARTOTEL Surabaya juga mengharapkan rekan-rekan sekalian dapat bergabung dan menikmati pesta beer yang kami buat di area kami,” terangnya.

Hassanudin juga menjelaskan, untuk event ini pihaknya menawarkan harga Rp 100 ribu, sudah bisa menikmati satu bucket berisi 5 botol beer prost, dan sudah termasuk dengan satu loyang pizza.

“Sedang untuk tower beer, kami patok di harga Rp 200 ribu,” tambah Hassanudin.

Selain itu, masih menurut Hassanudin, acara ini juga diwarnai dengan sajikan hiburan music akustik dari Indi Band Nasional, yaitu, Dandelions dan Longest Band, yang dilanjutkan dengan penampilan DJ Magie Negra.

Pada Pameran seni kali ini, ARTOTEL Surabaya mengajak Evan Raditya sebagai seniman yang mengkuratori dan mengkolaborasikan antara seni murni dengan seni digital.

Terkait dengan pemilihan tema Senandung Ombak, menurut Evan, didasari pada kenyataan bahwa kehidupan awal di bumi ini bermula dari laut, laut adalah kampong halaman kita, laut adalah ibu, sahabat sekaligus dewa kematian.

“Karena kekompleksan inilah, saya merasa bahwa banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang bias dilukiskan secara ekspresif,” tegasnya.

Selain itu, Evan Raditya juga membuat satu karya special bertema “1928” untuk memperingati Sumpah Pemuda yang jatuh tepat pada peluncuran karyanya di lobby Artspace, Artotel Surabaya.

“1928 adalah karya saya yang paling berani, gelap, dan bold. Saya sangat bangga dengan karya ini karena latar belakang konsepnya,” lanjut Evan. (men)

Leave a Reply