RS PHC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan pada Pekerja Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Tim medis RS PHC Surabaya dari PT Pelindo Husada Citra (PT PHC) bekerja sama dengan PT Adi Nusantara Logistik dan PT Adimas Bahtera Harapan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada 50 pekerja Pelabuhan Tanjung Perak.

Sosialisasi yang disampaikan oleh dr. Rini Murtisari, dokter IGD RS PHC Surabaya ini bertujuan untuk meminimalisir angka kecelakaan kepada para pekerja pelabuhan terutama untuk kegiatan stevedoring.

Menurut dr. Rini Murtisari, hal ini perlu dilakukan, mengingat kecelakaan pernah terjadi pada pekerja pelabuhan saat melakukan proses bongkar kendaraan dari kapal ke tempat tujuan. Akibatnya perlu diadakan evaluasi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

RS PHC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan pada Pekerja Pelabuhan Tanjung Perak

“Kita tidak tahu kapan akan celaka, tapi kita tahu bagaimana supaya tidak celaka. Sayangi diri anda dan keluarga anda dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan saat bekerja,” terang dr Rini, saat memberikan materi edukasi kesehatan mengenal tanda-tanda tubuh sebelum anfal, di Terminal Mirah Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (24/11/2017).

”, terang salah satu panitia pelaksana kegiatan Selain itu, manajemen logistik perlu memperkenalkan prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kepada para pekerja pelabuhan.

Lebih jauh dr Rini juga menjelaskan bahwa anfal memiliki pengertian suatu keadaan tidak sadar atau sering disebut pingsan mendadak bagi orang-orang awam. Adapun tanda-tanda awal sebelum anfal antara lain adalah kesemutan pada setengah bagian wajah, jalan sempoyongan, rasa berputar, penglihatan ganda, dan penyempitan pandangan.

“Dalam rangka mengatasi kecelakaan akibat anfal, perlu dilakukan pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan tekanan darah, Frekuensi denyut nadi dan pernafasan sebelum bekerja. Artinya, seharusnya sebelum bekerja semua pekerja sudah dipastikan fit to work. Dan pemeriksaan tersebut bisa didapatkan di klinik khususnya di klinik K3 perusahaan”, jelasnya.

Sementara menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta sosialisasi, tentang pengaruh minuman kopi dan suplemen kesehatan terhadap kesehatan, dr Rini menegaskan bahwa kopi mengandung zat yang dinamakan kafein, dan tubuh hanya mampu menyerap kafein sebesar 0,5 mili.

“Jika terlalu banyak maka akan terjadi overdosis yang dapat menyebabkan jantung berdebar, migrain, dan sering buang air kecil sehingga dapat mengganggu terhadap pekerjaan”, jelasnya.

Selain masalah kopi, dr Rini juga menyampaikan bahwa minuman bersuplemen dapat merusak  ginjal. Dan jika ginjal tidak mampu lagi menyaring darah, maka yang beredar dalam darah kita adalah racun. Efek yang dapat terjadi yaitu lemas, pusing anemia dan masih banyak lagi.

Sementara untuk mencegah kantuk dan menjaga stamina, Dokter Rini memberikan saran agar  makan makanan yang bergizi seimbang dan rutin berolahraga serta istirahat yang cukup.

“Zat suplemen bisa didapatkan dengan cara aman melalui Vitamin C atau Vitamin B Kompleks yang sesuai dengan dosis yang disarankan,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply