Harpist Muda Surabaya Ferren Louisa, Gelar Konser di Perayaan Sweet Seventeen-nya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Memasuki usia 17 tahun atau yang biasa disebut sweet seventeen, sering dianggap sebagai titik balik kehidupan remaja menjadi dewasa. Dan biasanya moment ini menjadi peristiwa penting dalam kehidupan remaja, khususnya remaja wanita karena sudah memasuki fase dewasa.

Moment istimewa ini biasanya selalu dirayakan dengan kemeriahan dan kemewahan, khususnya bagi mereka dari keluarga berada. Ini pula yang terjadi dengan Ferren Louisa puteri pertama dari tiga bersaudara.

Harpist Muda Surabaya Ferren Louisa, Gelar Konser di Perayaan Sweet Seventeen-nya

Tetapi ada yang berbeda dalam perayaan sweet seventeen Ferren. Tidak seperti biasanya, memanfaatkan moment ulang tahun ini, Ferren justru menggelar pertunjukan dengan bintang utama adalah dirinya.

Bukan hanya menyanyi, Ferren juga mempertontonkan kepiawaiannya dalam memainkan dawai Harpa dan juga menari bersama adik-adiknya, di perayaan HUT nya yang ke 17 tahun.

Ditemui di sela-sela acara menjelang konser, siswi kelas 2 SMA atau grade 12 sekolah Ciputra ini mengungkapkan, kecintaannya terhadap Harpa ini berawal dari mimpinya ketika diajak Malaikat ke Surga, dimana di tempat yang penuh dengan kenikmatan yang tidak akan pernah dijumpai di dunia itu, ia diperkenalkan dengan dua alat musik yakni Harpa dan Sangkakala.

“Dari mimpi inilah, saya yang sudah berlatih piano sejak usia 2,5 tahun, kemudian berpindah mendalami seni alat musik harpa,” terangnya pada kabarsurabaya.com, di hall Vasa Hotel Surabaya, Minggu (10/12/2017) malam.

Penampilan Ferren Louisa di Perayaan Sweet Seventeen-nya

Menanggapi keinginan Ferren yang igin berpindah pada alat music harpa, ternyata kedua orang tuanya tidak keberatan dan sangat mendukung keinginan itu. Bahkan sambutan positif ini ditunjukkan oleh kedua orang tuanya dengan mencarikan guru harpa yang terbaik. Pilihan itu jatuh pada Jessica Sudarta, seorang harpist muda berbakat yang sudah mendapat berbagai penghargaan Internasional.

“Awalnya saya dan suami saya sempat kaget mendengar ceritera anak saya tersebut. Namun kemudian saya cepat-cepat kembalikan ke Tuhan, mungkin ini pertanda kalau Ferren memang harus menekuni dan belajar Harpa, untuk tujuan yang belum kita ketahui,” ungkap Sansan, ibunda Ferren.

Diakui Sansan, memang tidak mudah mencari guru harpa di Surabaya. Karena itu kami menitipkan Feren ke Jessica Sudarta, karena kebetulan Jessica juga tinggal di Surabaya, meski sekarang sedang menempuh studi di Amerika Serikat,

“Saya benar-benar tidak percaya, karena ternyata Ferren mampu menekuni alat music harpa ini dengan cepat. Bahkan baru belajar harpa selama 2,5 tahun, Ferren yang baru berusia 14 tahun ini cepat memahami dan pandai memainkan,” tambah Sansan.

Meski hidup dengan kepadatan jadwal berlatih harpa, ternyata kehidupan Feren di sekolah, berjalan dengan sangat baik dan selalu mendapat rangkin.

“Saya sangat bersyukur pada Tuhan, karena ternyata nilai Ferren di sekolah juga sangat bagus dan memuaskan, keduanya musik dan sekolah berjalan seimbang,” ungkap Sansan dengan nada bangga.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai masa depan dan keinginannya, Ferren menjelaskan bahwa ia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan mampu menginspirasi teman teman sebayanya.

Karena itu, selepas dari sekolah Ciputra, ia sudah minta izin pada kedua orang tuanya untuk melanjutkan belajar di negeri paman Sam Amerika serikat (mengikuti jejak senior dan pelatihnya, Jessica Sudarta, red).

Pada acara konser tunggal di perayaan HUT ke 17 tahunnya ini, Ferren membawakan lima lagu, tiga lagu pop umum dan tidakketinggalan yakni dua lagu rohani kristiani. (men)

Leave a Reply