Zurich Indonesia Beri Edukasi Keuangan untuk Anak Sekolah di Mauk Tangerang

TANGERANG (kabarsurabaya.com) – Sebagai bagian dari Zurich Community Week, yaitu program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) yang diadakan setiap tahun, Zurich Indonesia menggelar edukasi keuangan untuk anak sekolah di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang..

Dalam kesempatan ini, segenap karyawan Zurich Indonesia juga terjun langsung untuk membangun rumah layak huni dan perpustakaan sekolah untuk masyarakat di daerah tersebut.

Zurich Community Week juga secara global diselenggarakan serentak oleh seluruh perusahaan yang tergabung dalam Zurich Group yang berpusat di Swiss.

Zurich Indonesia Beri Edukasi Keuangan untuk Anak Sekolah di Mauk Tangerang

Chris Bendl, Country Manager Zurich Indonesia menjelaskan, Zurich memiliki misi untuk membantu masyarakat memahami risiko dan cara melindungi diri dan keluarga dari risiko-risiko tersebut. Di Indonesia sendiri, kesenjangan antara pemahaman terhadap risiko dengan tingginya risiko yang harus dihadapi masyarakat (protection gap) masih terbilang tinggi.

“Lewat Zurich Community Week yang diadakan setiap tahun, kami berharap dapat secara berkelanjutan mendukung perluasan edukasi mengenai risiko dan proteksi, yang berperan penting dalam menjembatani protection gap di Indonesia,” terangnya, kamis (14/12/2017).

Chris juga menambahkan, tujuan utama dari program edukasi keuangan ini juga untuk mendukung inisiatif literasi dan  inklusi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2016, tingkat literasi keuangan masyarakat baru di angka 29,66%. Artinya, baru satu dari tiga penduduk Indonesia yang telah memiliki literasi keuangan yang memadai. Padahal, literasi keuangan merupakan kecakapan hidup (life skill) yang penting dalam masyarakat modern.

Edukasi keuangan lewat program Zurich Community Week 2017 sendiri, menurut Chris, menyasar anak usia sekolah dari kelas 4 sampai dengan kelas 9, agar lebih mengenal pengelolaan keuangan dan proteksi sejak usia dini.

“Seringkali urusan keuangan dianggap urusan orang dewasa, sehingga anak-anak usia sekolah dirasa belum perlu memahami soal keuangan. Padahal, kebiasaan untuk peduli terhadap pengelolaan keuangan dan proteksi harus dibangun sejak usia dini. Sulit jika baru ditumbuhkan ketika dewasa, terutama di era masa kini dimana pengelolaan keuangan serta risiko yang dihadapi sudah lebih kompleks,” jelas Chris.

Chris juga mencontohkan bahwa edukasi yang cocok untuk anak usia sekolah adalah belajar mengatur uang saku mereka. Mereka dapat belajar dari mana uang berasal, membedakan antara kebutuhan dengan keinginan, serta makna menabung.

“Anak-anak usia sekolah tentu tidak akan tertarik mendengarkan presentasi panjang lebar mengenai keuangan. Untuk itu edukasi harus menggunakan pendekatan story telling, dengan menyelipkan games serta kuis. Melalui inisiatif seperti ini, kami berharap dapat meningkatkan minat siswa untuk mengelola keuangannya dengan lebih bijak,” ucap Chris.

Kedepan, Zurich Indonesia terus mengembangkan inisiatif untuk memberikan edukasi keuangan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu program yang sedang berjalan adalah kelas asuransi online bernama Zurich Proteksi Education Program.

Tujuan utama dari setiap inisiatif ini adalah untuk menunjukkan komitmen Zurich di Indonesia tentang kepedulian perusahaan untuk masyarakat agar bisa mengenal dan memahami seluk beluk perencanaan keuangan, agar mampu memahami dan melindungi diri mereka dari risiko. (men)

Leave a Reply