DKT Indonesia ajak Rayakan Hari Ibu Dengan KB Pasca Persalinan

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Menyambut hari Ibu tahun ini, DKT Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan RI mempersembahkan kampanye “Melahirkan Kebahagiaan”, yang inti kampanye ini menekankan kembali arti pentingnya KB pasca persalinan.

Hal ini sebagai salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menanggulangi kehamilan dini, dan menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jarak antar kelahiran.

dr. Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, hasil Riset Kementerian Kesehatan RI terhadap risiko kematian ibu terhadap interval kehamilan, ditemukan bahwa jarak ideal seorang ibu untuk mempunyai anak lagi perlu waktu  4 hingga 5 tahun.  Alasannya karena proses recovery tubuh ibu agar siap hamil lagi butuh waktu 4 hingga 5 tahun.

DKT Indonesia ajak Rayakan Hari Ibu Dengan KB Pasca Persalinan

“Karena itu, Kemenkes RI  menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan KB pasca persalinan untuk menjaga jarak kehamilan, dengan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang seperti IUD ataupun Implan setelah melahirkan,” terangnya melalui media rilis yang diterima kabarsurabaya.com, Rabu (20/12/2017).

Masih menurut dr. Eni, jarak antar kehamilan penting untuk diatur. Dengan jarak antar kehamilan yang ideal, ibu mempunyai waktu yang cukup untuk memulihkan kesehatannya setelah hamil dan melahirkan.

“Bayi juga memiliki kesempatan yang cukup untuk mendapatkan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama, menyusui hingga 2 tahun, serta untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tentu saja ini akan meningkatkan kesehatan keluarga, serta menurunkan risiko kematian ibu dan anak,” tambahnya.

Lantas, bagaimana prosedurnya agar seorang Ibu dapat mengikuti KB Pasca Persalinan?

“Dulu biasanya ibu mulai ber-KB menunggu masa nifas selesai (6 minggu, red) setelah melahirkan. Namun saat ini dengan kemajuan ilmu dan teknologi, pilihan metode KB pasca persalinan sangat bervariasi dan dapat digunakan segera setelah melahirkan,” Lanjut dr. Eni.

Pemerintah memprediksi bahwa pada tahun 2018, angka kelahiran di Indonesia akan mencapai 5,3 juta, atau setara dengan jumlah penduduk Singapura dan Denmark. Untuk itu, KB Pasca Persalinan penting untuk mengatasi masalah kontra-populasi di Indonesia.

Sementara itu, untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam KB Pasca Persalinan, DKT Indonesia menghadirkan video “Melahirkan Kebahagiaan”, yang menceritakan bahwa di setiap kelahiran, ada ibu yang juga dilahirkan.

“Karena itu, sangat penting untuk mengawali kelahiran dengan perencanaan keluarga secara matang. Caranya bisa dengan mengkonsultasikan perencanaan keluarga dan mengikuti KB pasca persalinan melalui dokter ataupun bidan pada pelayanan kontrasepsi di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Rumah Sakit dan Bidan atau Dokter praktik swasta,” pungkas dr. Eni Gustina. (men)

Leave a Reply