Jelang Natal, GBI Home Lakukan Aksi Sosial Bagi Paket sembako

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam menyambut Hari Raya Natal tahun ini, GBI House of Miracle (Home) melakukan aksi sosial dengan mengunjungi rumah-rumah warga yang kurang beruntung yang menjadi jemaatnya, dan membagikan bingkisan parcel yang berisi seemabako.

Dikatakan Pendeta Tetty Siringoringo, aksi sosial ini memang ditujukan kepada umat yang kurang beruntung, sebagai sebagai wujud cinta kasih, kepedulian dan persembahan kepada Tuhan.

“Ini juga sebagai moment Natal pertama saya sebagai Gembala Sidang (Gembala Sidang adalah sebutan bagi pemimpin tertinggi di sebuah gereja atau Pendeta, yang berada di bawah naungan sinode Gereja Bethel Indonesia, red),” kata Pendeta Tetty saat dijumpai disela sela aksi sosial di wilayah perkampungan Bumiarjo Surabaya, Sabtu (23/12/17).

Sriani (70) warga kampong Bumiarjo yang biasa dipanggil Mak Wok, saat menerima kunjungan dari Pendeta Tetty dan GBI Home, yang juga memberikan bingkisan Natal berupa paket sembako

Pendeta Tetty juga menambahkan, untuk aksi sosial menjelang Natal kali ini, selain membagikan pingkisan di kampung Bumiharjo, pihaknya bersama tim juga mengunjungi rumah jemaat di wilayah Gubeng, Joyoboyo dan Jagir dengan total 35 KK.

“Selain berkunjung untuk melihat kondisi mereka, kami juga memberikan bingkisan berupa paket sembako yang kami kumpulkan dari para donatur GBI Home,” lanjut Tetty.

Sebenarnya, masih menurut Tetty, kegiatan aksi sosial seeperi yang dilakukannya kali ini bukan untuk yang petama, tetapi ini sudah berjalan sejak lama, ketika GBI Home masih dipegang mendiang Pendeta Hisar Siringoringo (kakak kandung Tetty, red). Meski aksi sosial tersebut tidak dilakukan pada saat menjelang Natal.

Gatot (56) yang kakinya harus diamputasi, juga mendapat kunjungan dan bingkisan Natal berupa paket sembako

“Jad sebenarnya saya hanya melanjutkan apa yang sudah abang saya lakukan. Saya hanya ingin meneruskan hal yang baik yang sudah dilakukan oleh mendiang abang saya,” tambah wanita lulusan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia ini.

Tetty juga berharap, kedepannya nanti, aksi social seperti ini tidak hanya dilakukan menjelang Natal saja, tetapi akan diupayakan lebih banyak lagi,baik dalam hal jumlah kegiatan maupun jumlah penerimanya.

Seperti diketahui, GBI Home berdiri diawali dari pelayanan pada kaum pemulung, pengamen dan pengemis yang dilakukan oleh mendiang Pendeta Hisar Siringoringo. Dan ketika kemudian menjadi GBI Home, maka tentu saja para jemaat yang berasal dari kalangan bawah ini juga di ajak menjadi bagian dari GBI Home.

Bagi Tetty, melakukan kebaikan tidak harus selalu dinilai dengan bentuk harta maupun barang. Sikap, perhatian dan ucapan yang baik yang dapat membuat orang lain tersenyum sudah merupakan tindakan kebaikan.

“Jangan pernah berhenti melakukan kebaikan demi sesama,” pungkas Pendeta Tetty.

Dalam kesempatan itu, Sriani (70) warga kampong Bumiarjo yang biasa dipanggil Mak Wok, mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya karena bukan saja mendapat kunjungan dari  yang kepada Pendeta Tetty dan GBI Home, tetapi juga mendapat bingkisan Natal berupa paket sembako.

“Puji Tuhan. Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan Pendeta Tetty bersama GBI Home. Ternyata masih ada orang orang yang peduli dengan kita masyarakat yang kurang beruntung ini,” ucap Mak Wok dengan nada terharu.

Sementara Gatot (56) yang juga mendapat kunjungan dan bingkisan Natal berupa paket sembako, juga menyatakan hal yang sama dengan mengucap syukur. (men)

Leave a Reply