Iwan Sunito : Pengembang Lokal Australia VS Pengembang Global Ibarat David dan Goliath

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Saat ini pasar property Australia, khususnya di Sydney, mendapatkan serbuan dari perusahaan properti global yang memiliki kemampuan modal yang fantastis. Kondisi ini membuat perusahaan pengembang lokal yang pada umumnya memiliki keterbatasan sumber pendanaan, terutama dari sektor perbankan, menjadi cukup berat.

Hal ini disampaikan Group CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito, yang memberikan pandangannya perihal kondisi terkini tentang persaingan antara perusahaan pengembang lokal dengan para pemain global di pasar properti Australia.

“Kondisi yang dihadapi oleh para pengembang lokal dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan pengembang global saat ini dapat  diartikan seperti David vs Goliath,” terang Iwan.

Iwan Sunito : Pengembang Lokal Australia VS Pengembang Global Ibarat David dan Goliath

Iwan juga menambahkan bahwa kondisi persaingan yang tidak seimbang dari segi pendanaan ini, harus ditambah lagi dengan harga tanah yang semakin melambung, meski kemampuan daya beli pasar masih kuat.

“Sebagai contoh, harga lahan di kawasan green square yang dahulu senilai Rp 500 milyar, sekarang menjadi sekitar Rp 1–1,5 triliun jika dibandingkan dengan 3 atau 4 tahun yang lalu,” lanjutnya.

Sementara pada saat yang bersamaan, masih menurut Iwan, perbankan semakin memperkecil pinjaman kepada perusahaan pengembang lokal, dimana biasanya mereka bisa memberikan pinjaman sebesar Rp 2–3 triliun untuk 1 kali pinjaman, saat ini hanya sekitar Rp 1 triliun.

“Padahal yang terjadi adalah, nilai skala proyek semakin membesar, sementara jumlah dana yang bisa didapatkan semakin mengecil,” jelas Iwan.

Sebenarnya kondisi perbankan yang lebih berhati-hati ini bisa di mengerti. Namun di sisi lain, kondisi ini meningkatkan kompleksitas yang terjadi dimana harga tanah semakin melambung selama proses perijinan berjalan, sementara para pengembang lokal harus mencari pinjaman kedua atau tiga bank untuk memenuhi kebutuhan pendanaan mereka.

“Ini pula yang mengakibatkan supply hunian di Sydney tidak bisa memenuhi jumlah permintaan yang ada, dikarenakan banyak sekali pengembang skala menengah kebawah yang kesulitan mendapatkan pendanaan,” tambah Iwan.

Disisi lain, menurut Iwan, kondisi ini tidak berpengaruh bagi perusahaan pengembang global yang memang memiliki level berbeda dengan perusahaan pengembang lokal Australia, dimana mereka memiliki sumber dana dan sumberdaya yang lebih besar, serta memiliki akses pendanaan dari luar Australia.

”Begitu juga bagi Crown Group yang juga memiliki akses pada institusi pendanaan global, sehingga kami tidak tergantung kepada institusi pendanaan lokal,” tambah Iwan Sunito.

Iwan menambahkan, kebanyakan alasan mereka (pengembang global,red) masuk kepasar properti Australia, lebih dikarenakan pertumbuhan dalam negeri mereka yang sudah terbatas. Dan kehadiran mereka membuat segala sesuatunya semakin kompleks karena pengembang lokal mengalami kondisi persaingan yang tidak seimbang.

Lalu pertanyaannya, bagaimana caranya untuk bisa berkompetisi dengan para raksasa tersebut ?

“Sepertihalnya David dan Goliath, it’s not the big that would beat the small, it’s the fast that would beat the slow”. Kita harus lebih gesit, lebih merespon pasar dan lebih mengerti pasar. Karena bagaimanapun para pengembang lokal yang lebih mengerti pasar jika dibandingkan dengan para pemain global tersebut,” jelas Iwan.

Artinya, masih menurut Iwaan, memang mereka memiliki dana yang tidak terbatas, namun mereka juga tidak memiliki pemahaman yang mendalam terhadap pasar lokal, mereka juga lebih lambat dalam membuat keputusan meskipun di satu sisi mereka juga memiliki kemampuan untuk mendorong harga secara signifikan.

”Kalau kita tidak gesit dan cepat, akan sulit untuk bersaing dengan mereka. Karena itu Crown Group selalu memposisikan diri sebagai The Best of The Best di pasar. Dan saya kira kesuksesan peluncuran produk kami dalam 3 tahun terakhir telah membuktikan kualitas perusahaan kami,” tegas pengusaha yang lahir di Surabaya ini.

Melihat kondisi persaingan pengembang di Asutralia ini, Iwan menilai, pemerintah Australia harus berperan aktif dalam membuat regulasi yang mendukung perusahaan lokal dibandingkan berbagai macam pembatasan. (men)

Leave a Reply