Bukan Pidana, Tapi Perdata, Terdakwa Penipuan Dibebaskan Hakim

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Karena tidak terbukti bersalah melakukan tindak Pidana penipuan dan penggelapan uang milik saksi korban Lie Soekoyo sebesar Rp 660 juta, Sujono Candra, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan, dibebaskan Majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, Kamis (11/1/2018).

Ketua Majelis Hakim, Ane Rusiana dalam putusannya menyatakan, terdakwa Soejono Candra tidak terbukti bersalah melakukan tindak Pidana sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP, 378 KUHP dan 264 KUHP. Dan karena itu, membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa penuntut umum.

Bukan Pidana, Tapi Perdata, Terdakwa Penipuan Dibebaskan Hakim

“Apa yang dilakukan terdakwa sebagaimana dalam dakwaan primer JPU yakni pasal 378 KUHP bukanlah perbuatan pidana melainkan perdata. Sementara dakwaan subsider pasal 372 juga dinyatakan tidak terbukti. Sedang untuk dakwaan lebih subsider, itu masuk wan prestasi,” terang Ane.

Atas vonis ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cathrine Sunita menyatakan pikir-pikir. Sedangkan dari pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya menerima putusan ini.

Kasus penipuan tersebut berawal dari terdakwa Sojono Candra yang berniat meminjam uang pada saksi korban, Lie Soekoyo pada 2004 silam. Dengan Alasan bahwa rumahnya bakal segera disita oleh pihak Bank Artha Graha, kalau tidak segera melunasi hutang-hutangnya, namun korban tidak mau kalau hanya meminjami uang.

Terdakwa akhirnya menjual rumahnya yang beralamat di Perum Unimas blok C Waru Sidoarjo. Kepada korban Lie Soekoyo Dengan kesepakatan harga sebesar 660 Juta rupiah. Dengan sarat, bahwa terdakwa meminta terhadap Korban untuk tidak menjual rumah tersebut kepada pihak lain sampai dengan jangka waktu dua tahun. Karena beralasan akan dibeli kembali oleh terdakwa. Atas alasan tersebut korban merasa kasihan lantas mengiyakan.

Sempai batas waktu yang dijanjikan terdakwa tak kunjung membeli rumah yang sudah ia jual tersebut, sampai akirnya tanggal 29 November 2006 korban mendatangi terdakwa untuk mengesahkan Jual beli Karena tidak bisa menepati janji – janji harapannya untuk kembali membeli rumah yang pernah ia jual tersebut.

Timbullah Akte pernyataan Jual beli Nomer 9 tahun 2006 yang disertai akte kuasa jual Nomer 10 tahu 2006, antara Soejono Candra kepada Lie Soekoyo dihadapan Notaris Sugiharto. Tak hanya itu, untuk mengosongkan rumah tersebut juga tertuang dalam akte Nomer 11 tahun 2006 bahwa Soejono Candra juga telah menerima uang sebesar 25 juta, untuk biaya pengosongan rumah.

Sampai batas waktu yang dijanjikan yakni 30 November 2006 terdakwa tidak segera mengosongkan rumah sehingga korban merasa dirugikan sebesar 685 juta. Korban pun Akirnya melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Surabaya. (men)

Leave a Reply