Tekan Angka Kematian Bayi, Pemkot Surabaya Sediakan Ambulance Baru

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menyediakan kendaraan ambulance bernama Neonatal Emergency Transport Net (NET’S), sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warganya.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, ambulance ini dikhususkan untuk menjemput dan membantu persalinan bagi pasien yang akan atau yang sudah melahirkan bayi di bawah normal atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

“Ambulance ini merupakan satu-satunya kendaraan layanan kesehatan pertama di Indonesia dan akan dijadikan pilot project di beberapa kota lainnya,” katanya di Kantor Humas Pemkot Surabaya.

Tekan Angka Kematian Bayi, Pemkot Surabaya Sediakan Ambulance Baru

Tidak hanya itu, masih menurut Febria, fasilitas yang berada di dalam ambulance NET’S terbilang lengkap, antara lain, inkubator beserta kelengkapan alat dan obat, ventilator beserta kelengkapan alat dan obat, peralatan dan obat untuk resusitasi bayi baru lahir termasuk jackson rees dan T piece resusiator.

“Biasanya kalau mengantar pasien yang hendak melahirkan bayi rendah menggunakan kendaraan pribadi atau umum, nah selama perjalanan kan kurang oksigen dan sebagainya makanya kami menyediakan alat-alat medis secara lengkap di dalam ambulance,” urainya.

Selain itu, Dinkes juga menyiapkan tenaga medis yang handal dan terlatih saat menangani persalinan ibu yang melahirkan bayi di bawah rendah melalui pelatihan yang diikuti tenaga medis RS.Soewandhi dan tenaga ahli medis puskesmas se-surabaya selama 1 minggu.

Ambulance NET’S dilengkapi dengan peralatan yang sangat memadai

“Salah satu pelatihannya adalah menstabilkan suhu dan tingkat kelembapan inkubator sesuai kondisi bayi yang baru lahir,” lanjut Fenny, panggilan akrab Febria.

Fenny juga menambahkan, manfaat lain dari ambulance NET’S aadalah untu menekan angka kematian bayi yang lahir di bawah rendah, yang tercatat sepanjang tahun 2017, jumlah bayi yang meninggal dunia akibat lahir secara rendah sebanyak 200 bayi.

“ Deengan adanya ambulance NET’S ini, kami berharap mampu menekan angka kematian bayi secara perlahan-lahan,” imbuhnya.

Saat ini mobil ambulance NET’S hanya berpusat di RS.Soewandhi. Namun, Dinkes berencana untuk melebarkan sayap dengan meletakkan layanan trasnportasi kesehatan tersebut di 5 titik serta menambah jumlah armada ambulance NET’S yang saat ini jumlahnya hanya 1 unit.

“Sesuai perintah Ibu wali kota, kita akan menyebarkan lokasi ambulance di 5 titik dan akan menambah jumlah armada ambulance yang direncanakan tahun ini, tapi sekarang masih dalam proses pengadaan,” ucap Fenny. (men)

Leave a Reply