Dua Penyelunduan Narkotika Berhasil Digagalkan Bea Cukai Juanda

SIDOARJO (kabarsurabaya.com) – Mengawali tahun 2018, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda (TMPJ) berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda. Dua orang pelaku berhasil ditangkap serta 3 kilogram narkotika jenis sabu diamankan sebagai Barang Bukti (BB).

Penggagalan pertama terjadi pada hari Minggu, (14/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB penumpang pesawat Air Asia (XT-393) rute Johor Baru (JHB) – Surabaya (SUB) mendarat di Bandara Internasional Juanda.

Karena curiga pada salah seorang penumpang, petugas kemudian melakukan analisa profiling terhadap ZH (27). Dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya seperti koper, tas dan body taping, petugas keamanan bandara menaruh curiga dari hasil pemeriksaannya.

Dua Penyelunduan Narkotika Berhasil Digagalkan Bea Cukai Juanda

“Kecurigaan itu ternyata benar. Berdasarkan image rontgen kedapatan ada benda asing pada dubur (anus) laki-laki tersebut. Setelah dilakukan uji narcotest terhadap Kristal putih tersebut menunjukan hasil positif Shabu (Methamphetamine). Total beratnya barang buktinya 140 gram,” terang kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harjanto, Rabu (24/1/2018).

Sementara tersangka RY (37), penumpang pesawat Air Asia (XT-393) rute Johor baru (JHB) – Surabaya (SUB), ditangkap pada hari Rabu, (17/1/2018) sekitar pukul 12.00 WlB, sesaat setelah. mendarat di Bandara Internasional Juanda.

Berdasarkan image X-Ray, petugas mencurigai tas hitam yang dianggap tidak wajar. Petugas membawa penumpang RY dan tas hitam miliknya ke ruang pemeriksaan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas mendapatkan bubuk Kristal putih yang diduga Sabu (Methamphetamine) yang disembunyikan dengan cara dimasukkan diantara dua baskom yang direkatkan menjadi satu (total sembilan pasang baskom) dengan total keseluruhan beratnya mencapai 2.950 Gram.

“Setelah dilakukan uji narcotest terhadap Kristal putih tersebut menunjukkan hasil positif Sabu (Methamphetamine). Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Direktorat Reserse Polda Jatim untuk proses dan pengembangan lebih lanjut,” tambah Budi.

Sementara, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menambahkan, sabu-sabu ini rencananya akan dipasarkan di wilayah Jatim, terutama Madura.

“Di Indonesia, wilayah Jatim, merupakan pusat peredaran narkoba terbesar kedua setelah Jakarta,” terangnya.

Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia merupakan pelanggaran pidana yang sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 milyar.

Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga).

Sementara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pada Pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-. (men)

Leave a Reply