Ciputra Hall Performing Arts Centre Tampilkan Tarian Balet ‘The White Haired Girl’

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam rangka turut memeriahkan Chinese New Year Celebration 2018 dan menghibur warga Surabaya, Ciputra Hall Performing Arts Centre memprakarsai untuk membuat suatu pertunjukan seni tari balet.

Menggandeng Premiere School of Ballet yang sudah sering memproduksi berbagai judul tarian ballet, pertunjukan seni tari balet kali ini mengambil tema “The White Haired Girl”, dan akan peform pada hari Sabtu 24 Februari 2018 pukul 7 malam, bertempat di gedung kesenian Ciputra Hall Performing Arts Centre.

The White Haired Girl yang akan ini, menceritakan tentang kisah nyata seorang gadis yang rela menderita demi melawan kesewenang-wenangan penguasa (tuan tanah, red) pada jaman itu.

Ciputra Hall Performing Arts Centre Tampilkan Tarian Balet ‘The White Haired Girl’

“Tema ini kami ambil karena masih berbau Chinese New Year atau Imlek,” terang Sylvi Panggawean. ST, ARAB, selaku owner Premiere School of Ballet, Jumat (23/2/2018).

Sylvi juga menjelaskan bahwa seni tari balet kali ini akan ditampilkan selama 70 menit dan dibawakan oleh sekitar 80 penari balet dari Premiere School of Ballet Surabaya.

“Performance kali ini memang tidak seperti biasanya yang kita lakukan dengan melibatkan lebih dari 100 penari balet, karena sebagian penari sedang persiapan ujian,” tambahnya.

Sementara Fonny Kantoro selaku Ciputra Hall manager menamahkan bahwa untuk performance kali ini, pihaknya sangat yakin bahwa kapasitas gedun yang mencapai 710 kursi ini akan terisi penuh.

sekitar 80 penari balet dari Premiere School of Ballet Surabaya akan menampilkan seni ari balet dengan tema The White Haired Girl

“Melihat tema The White Haired Girl yang sangat menarik, serta kepopuleran Premiere School of Ballet, kami yakin pertunjukan kali ini akan full,” terang Fonny.

Sebagai pelengkap sajian pertunjukan seni tari balet The White Haired Girl kali ini, Ciputra Hall Performing Arts Centre juga menampilkan anak didik Sekolah Ciputra dan First Move Crew untuk tampil dalam nomor hip hop.

The White Haired Girl sendiri meupakan kisah yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Yang Xi Er yang sangat sayang kepada avahnya Yang Bai Lao dan mempunyai kekasih yang bernama Wang Dachun. Mereka hidup pada jaman akhir dinasti Qing sekitar 1920-1930an yang sarat akan kepentingan politik.

Ada seorang kaya raya yang bernama Huang Shiren selalu berlaku kejam dan sadis kepada seluruh warga. Mereka dipaksa kerja rodi dengan bayaran yang kecil sehingga kebutuhan hidupnya tidak tercukupi dan akhimya terlilit hutang. Landlord Huang Shiren membuat papa dari Xi Er sampai jatuh pingsan saat ditagih hutang keluarganya dan membawa pergi Xi Er untuk dijadikan budak di kediamannya.

Perlakuan yang kasar dan kejam juga menimpa Xi Er. Dia bekerja seharian tanpa boleh mengenal lelah dan Xi Er sampai dikurung di penjara rumah Landlord karena dianggap tidak becus membuat masakan untuk ibu sang Landlord.

Untunglah ada ketua budak yaitu Zhang Ershen yang baik hati dan iba kepada Xi Er. Dengan diam-diam, dia membebaskan Xi Er dari penjara dan menyuruh Xi Er segera pergi menyelamatkan diri.

Sampailah Xi Er ke sebuah gua dekat pegunungan. Demi mempertahankan hidup, Xi Er makan dari sayur dan buah-buahan di sekitar gua dan kadang-kadang harus berjuang melawan binatang buas. Penderitaan hidupnyalah yang membuat rambut Xi Er memutih.

Di suatu saat, Xi Er mengenali sang Landlord ditemani anak buahnya sedang mencari tempat berteduh dari hujan lebat dan petir yang menggelegar. Kemarahan dan dendarn Xi Er langsung memuncak, dilemparnya mereka dengan batu sehingga mereka lari terbirit-birit ketakutan disangka ada hantu di dalam gua tersebut.

Sementara itu Dachun, kekasih Xi Er, dan kawan-kawannya telah kembali dari camp pelatihan perang melawan invasi Jepang. Disambut oleh sanak keluarganya, mereka menyambut gembira kedatangan Dachun dan kawan-kawan.

Zhang Ershen, ketua budak yang sudah dibebas kerjakan oleh Landlord turut menvambut. Dia memberitahu Dachun bahwa Xi Er telah melarikan diri dari kediaman Landord dan meminta Dachun untuk segera mencari dan menemukannya. Dachun berbagi tugas dengan kawan-kawannya. Dia sendiri pergi mencari Xi Er dan menugaskan kawan-kawannya untuk menangkap dan mengadili sang Landlord.

Akhirnya Dachun berhasil menemukan kekasihnya Xi Er di gua dan membawa pulang ke desanya. Sesampainya di desa, Xi Er sangat geram kepada sang Landlord dan ganti mengurungnya di penjara, Seluruh warga merasa senang karena sang Landlord telah dikurung dan tidak dapat lagi menindas warga. Mereka semua bersuka cita dan berterima kasih kepada Xi Er yang rela berkorban menderita dan berani menentang ketidakadilan dan berjuang memperebutkan hak warga kembali. (men)

Leave a Reply