Puncak HPSN 2018, Akan Diikuti Sebanyak 11.000 Orang

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 februari, Pemerintah menggalakkan program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) denganTema “Sayangi Bumi”, Bersihkan dari Sampah!”.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Chalid Buhari menjelaskan, beberapa rangkaian kegiatan sosialisasi dan bersih-bersih sampah di Kota Surabaya telah dilaksanakan di beberapa tempat.

Untuk puncaknya, akan dilaksanakan pada tanggal 24 februari 2018, yang melibatkan sekitar 11.000 orang dari seluruh Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Faskel, Lantamal, PDAM, BNI, Bank Jatim, Korem, dan beberapa Sekolah di Surabaya, dengan mengambil tempat di kaki-kaki Jembatan Suramadu Surabaya.

Puncak HPSN 2018, Akan Diikuti Sebanyak 11.000 Orang

“Acara nantinya akan dimulai sekitar pukul 06.00 pagi, lokasinya akan terbagi menjadi tiga zona. Dan nantinya sampah-sampah itu akan kita pilah dan akan kita serahkan ke Bank Sampah untuk diolah kembali,” kata Chalid kepada awak media, Jumat (23/2/2018).

Sebelumnya, kata Chalid, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan kampanye bersih dari sampah di beberapa lokasi, yaitu JL.Darmo (Taman Bungkul), Car Free day JL. Tunjungan, Kawasan JL Dharmawangsa, Sekitaran Masjid Al-Akbar Surabaya, Sekitaran Monumen Tugu Pahlawan serta Sekolah negeri dan swasta di Kecamatan Semampir dan akan dilanjutkan kembali ke area pasar, taman, dan tempat wisata.

Menurut data DKRTH Kota Surabaya menyebutkan, timbulan sampah di Kota Surabaya setiap harinya berkisar 9.896,78 m3/hari. Sedangkan, sampah yang diolah TPA Benowo rata-rata 1.628,20 ton/hari, untuk penanganan sampah di rumah kompos, 3R (pemilahan sampah di TPS) rata-rata 1.564,31 m3/hari, sehingga penanganan sampah di Kota Surabaya sudah mencapai 70%.

Disamping itu, pengurangan sampah yang dilakukan oleh masyarakat, bank sampah dan pengurangan sampah disumber non rumah tangga rata-rata 2.458,19 m3/hari, sehingga pengurangan sampah di Surabaya mencapai 24,84%.

Diketahui, TPA Benowo dalam mengolah sampah menggunakan metode Sanitary Landfill dan teknologi Gasifikasi untuk menghasilkan energy listrik (Waste to Energy), dengan kapasitas produksi listrik 2 MW dan yang dimanfaatkan oleh PLN sekitar 1,65 MW.

Chalid menambahkan, pihaknya mengaku optimis untuk mencapai target nasional yang ditetapkan pada Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017 yaitu pada tahun 2025 terdapat pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.

“Insya Allah kita optimis untuk mencapai target itu. Karena sejak tahun 2015 Perda terkait sampah itu sudah kita lakukan,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply