Gandeng WIKA, ITS Siap Bangun Kawasan Komersial

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sejak berganti status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum ( PTN-BH), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin serius melebarkan sayapnya agar mandiri secara finansial.

Di antaranya melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan, termasuk BUMN. Salah satunya melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pendahuluan dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

Penandatanganan kerjasama yang dilakukan di Rektorat ITS ini merupakan langkah awal ITS dengan Wijaya Karya (Wika) untuk membangun kawasan komersial di ITS.

Gandeng WIKA, ITS Siap Bangun Kawasan Komersial

“Dari 180 hektare tanah yang dimiliki ITS, rencananya 30 hektar di antaranya akan dijadikan sebagai unit komersial,” terang Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, Senin (26/2/2018).

Joni juga menjelaskan, rencananya akan dibangun sebuah technopark, di mana di dalamnya juga memuat nilai-nilai komersil. Dan karena ini sifatnya komersil, jadi hasil yang diharapkan dapat memberikan keuntungan kepada dua belah pihak.

“Kalau seluruhnya berjalan dengan baik dan dianggap layak bisa langsung diekseskusi dalam waktu dekat. Dan bila semua berjalan baik, mungkin kita juga akan bangun hotel dan auditorium. Semoga saja hasil kajiannya nanti mendukung,” ujar Guru Besar Teknik Lingkungan tersebut

Ketika ditanya soal alasan, Joni beranggapan bahwa sebagai institusi pendidikan, ITS memiliki kewajiban untuk memberikan fasilitas terbaik untuk menunjang aktivitas pembelajaraan.

“Di sisi lain, sebagai PTN-BH sudah bukan zamannya lagi bergantung pada anggaran dana dari pemerintah,” tegasnya

Meski demikian, Joni mengaku bahwa hingga saat ini masih ada 34 persen anggaran ITS yang berasal dari APBN.

“Oleh karena itu, semaksimal mungkin akan dikurangi. Meski angka ini masih jauh lebih baik dibandingkan institusi lain,” akunya.

Optimisme yang sama juga ditunjukkan Wijaya Karya Holdings, yang sangat berbahagia dipercaya ITS untuk menjalankan proyek ini.

“Ini adalah kerjasama dengan institusi pendidikan pertama dan kami yakin akan berbuah manis,” ungkap Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Nariman Prasetyo. (men)

Leave a Reply