ITS dan Semen Baturaja Perkuat Kerja Sama

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Untuk lebih memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan perusahaan milik negara, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Rahmad Pribadi dengan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, di Rektorat ITS, Jumat (2/3/2018).

ITS dan Semen Baturaja Perkuat Kerja Sama

Diketahui, PT Semen Baturaja yang beroperasi di Palembang ini merupakan industri semen yang termasuk ke dalam salah satu industri semen yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari total tiga industri semen BUMN lainnya yang berada di bawah Semen Indonesia.

Dalam kesempatan ini, selain memaparkan sedikit pengenalan mengenai perusahaan Semen Baturaja itu sendiri kepada para pimpinan ITS, Rahmadi juga menjelaskan tentang cukup banyaknya alumni ITS yang berkontribusi ke dalam perusahaan negara, salah satunya perusahaan semen. Dan ini membuat agenda penandatanganan nota kesepahaman ini semakin kuat untuk bisa diadakan.

“Dengan adanya kerja sama ini diharapkan bisa bermanfaat satu sama lain, salah satunya bisa untuk menaikkan kapasitas alumni ITS sendiri ke depannya,” tutur Rahmad, Jumat (2/3/2018).

Setelah ada adanya MoU ini, lanjut Rahmad, rekrutmen alumni ITS ke Semen Baturaja pun nantinya akan bisa lebih dipermudah.

“Karena kami yakin alumni ITS itu mempunyai kemampuan engineer yang sangat bagus, itu sudah terbukti dengan alumni yang terserap di perusahaan-perusahaan negara saat ini,” ujarnya.

Apalagi, sejak tahun 2017 yang lalu, ITS sudah resmi menyandang statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang sudah lebih otonomi. Sehingga bisa lebih leluasa dalam mengelola institusinya sendiri, baik secara operasional maupun finansial.

Sementara Rektor ITS, Joni Hermana, mengungkapkan harapannya agar sebagai warga Indonesia, sudah seharusnya semua bisa membela perusahaan yang ada di negara sendiri.

“Yakni dengan berkontribusi dalam membangun industri BUMN yang sehat,” cetus guru besar Teknik Lingkungan ini mengingatkan. (men)

Leave a Reply