Dosen ITS Rancang Kapal Berbahan Bambu

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan prototype sebuah kapal dengan menggunakan bahan dasar bamboo, yang bias menjadi alternatif pengganti kapal berbahan kayu yang semakin langka saat ini.

Apalagi soal kekuatannya diklaim justru lebih tinggi dibanding kayu. Demikian juga dengan keamanan yang lebih terjamin, serta harga yang mencapai 50 persen lebih rendah dari harga kapal kayu.

Pencipta kapal bamboo, Dr Ir Heri Supomo MSc, yang juga dosen Departemen Teknik Perkapalan mengatakan, bambu memiliki jumlah populasi yang melimpah dan memiliki masa panen yang sangat singkat jika dibandingkan dengan kayu.

Heri Supomo menunjukkan prototype kapal bambu buatannya

“Bambu bisa dipanen dalam waktu tiga tahun, sedangkan kayu baru dapat dipanen saat 25 hingga 30 tahun tanam,” jelas Heri.

Heri yang sudah merintis penelitian ini sejak tahun 2008 silam, akhirnya mendapatkan fakta bahwa bambu yang kualitasnya terbaik adalah bamboo betung. Bambu jenis ini adalah jenis terbaik, yang apabila dilaminasi akan memiliki nilai kuat tarik dan tekan lebih baik daripada kayu jati.

Tak hanya itu, berdasarkan perhitungan Heri dan tim, kekuatan konstruksi dengan bambu laminasi didapatkan pengurangan tebal kulit sebesar 27 persen pada kapal ikan 30 GT jika dibandingkan dengan kayu jati.

“Proses pembuatannya juga lebih mudah dan fleksibel karena tidak ada ukuran baku, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan pembuatan kapal,” tambah pendiri paguyuban Laskara yang menaungi industri galangan kapal di seluruh Jawa Timur tersebut.

Setelah konsep-konsep dasar penelitiannya rampung, Heri langsung menginjak pada penelitian terapan. Di mana kapal bambu pada penelitian ini dibuat kapasitas 60 GT yang artinya, panjang kapal kurang dari 24 meter. Kemudian kapal tersebut diterapkan dengan suatu permodelan struktur yang menguji kekuatan bahan bambu untuk kapal dengan beban di laut.

Bahkan menurut Heri, masyarakat menanggapi positif dan cenderung meminta untuk merealisasikan kapal bamboo ini, karena kapal ini telah didukung oleh hasil pengujian laboratorium dan adanya prototype alat serta model bloknya.

“Saat ini kami juga sedang melanjutkan penelitian terkait bambu yang akan diaplikasikan sebagai perabotan kapal. Bahkan penelitian ini telah menarik perhatian beberapa universitas di Inggris dan Jerman. Karena itu pula kami melakukan kesepakatan untuk berkolaborasi dalam penelitian ini,” tambah Heri.

Ke depannya, Heri mengaku berencana untuk mengomersilkan kapal bambunya. Namun sebelumnya akan didirikan pabrik bilah kayu terlebih dahulu.

“Kalau sudah melewati bagian tersulit ini, jadi mudah untuk diproduksi,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply