Samsung Luncurkan Konten Pendidikan Digital Edukasi Awal Inspirasi

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Untuk menginspirasi pentingnya peran teknologi dalam dunia pendidikan, Samsung merilis konten digital berjudulEdukasi Awal Inspirasi” (EAI) melalui akun Youtube Samsung Indonesia yang mendorong anak-anak mengejar cita-citanya dengan dukungan ruang kelas dan teknologi yang kondusif.

Dalam konten digital ini, seorang murid digambarkan sedang berada di dalam kelas konvensional, dan tanpa motivasi mengerjakan salah satu pekerjaan rumah. Ketika ia pindah ke kelas yang menggabungkan peran teknologi dan pola belajar interaktif, dia menemukan hal-hal yang menarik dan mendorong ia untuk terus mencari jawaban dari rasa ingin tahunya hingga akhirnya ia berhasil menggapai cita-citanya.

Samsung Luncurkan Konten Pendidikan Digital ‘Edukasi Awal Inspirasi’

Kang Hyun Lee, selaku Vice President Samsung Electronics Indonesia mengatakan, berangkat dari visi untuk berkontribusi dalam memajukan kehidupan masyarakat, Samsung melalui inisiatif konten digital kepedulian terhadap dunia pendidikan bertajuk Edukasi Awal Inspirasi, Samsung Electronics Indonesia ingin edukasi lebih dari sekadar mengajarkan siswa, melainkan mampu menginspirasi para guru dan pelajar dalam proses kegiatan belajar mengajar.

“Dengan penerapan teknologi, kami ingin memberikan cara belajar yang menginspirasi siswa meraih cita-cita dan masa depan mereka,” ujarnya.

Hyun Lee juga menambahkan, kampanye EAI ini sejalan dengan misi Ikatan Guru Indonesia (IGI) dalam menaikkan kompetensi guru Indonesia, dimana sejak tahun 2017, Samsung telah bekerjasama dengan IGI dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar dengan melatih lebih dari 10.000 guru di Indonesia.

Muhammad Ramli Rahim, Ketua IGI, mengungkapkan bahwa saat ini rata-rata kompetensi tenaga pendidik hanya 60 persen, dan masih terbilang rendah. Membekali guru dengan pelatihan teknologi dan mengusung semangat kampanye ini, para guru dapat menjadi lebih inovatif dalam mengemas kegiatan belajar mengajar.

Para guru, masih menurut Ramli, kini dituntut untuk meningkatkan kompetensinya agar dapat mengubah kegiatan belajar mengajar yang konvensional menjadi lebih interaktif. Metode pembelajaran yang tidak variatif membuat murid menjadi bosan dan malas ke sekolah. Itulah sebabnya penting bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi dan sadar akan teknologi, sehingga mereka bisa memaksimalkan pencarian di internet ketika mempersiapkan materi ajar, maupun menggunakan gadget seperti tablet untuk membuat berbagai macam metode pembelajaran kreatif.

“Metode pembelajaran yang dikemas dengan lebih menarik tentunya dapat lebih meningkatkan antusiasme serta semangat belajar para murid. Metode mengajar dengan menggunakan teknologi, akan membuat proses belajar menjadi lebih efektif, dan para murid merasa belajar jadi lebih menyenangkan,” pungka Ramli. (men)

Leave a Reply