Paguyuban Customer SIPOA Laporkan PT SIPOA Legacy Land dan 11 Perusahaan Dibawahnya ke Polda Jatim dengan Pasal TPPU

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – para korban pembelian property dari PT SIPOA Legacy yang berjumlah 251 orang, dan tergabung dalam Paguyuban Customer SIPOA (PCS), akan melaporkan PT SIPOA Legacy Land dan 11 perusahaan dibawahnya ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dengan dugaan pencucian uang atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Seperti dsampaikan kuasa hukum PCS, Masbuhin, Firman Wahyudien, Kuswandi dan Muadim Bisri yang tegabung dalam kantor hukum Masbuhin and Partnerts, terdapat 251 klien kami yang menjadi korban dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang berujung pada TPPU, yang diduga dilakukan PT SIPOA Legacy Land melalui perusahaan-perusahaan dibawahnya.

“Mereka dalam melakukan jual beli property ini mempergunakan sejumlah kurang lebih 14 rekening bank BCA yang berbeda-beda. Ini jelasah hal yang mencurigakan. Karena itu kami melaporkan 11 perusahaan tersebut bersama PT SIPOA Legacy Land ke Polda Jatim agar dapat ditelusuri kemana larinya uang yang sudah ditransfer oleh para korban,” teang Masbuhin saat konferensi pers di Yello Hotel Surabaya, Sabtu (10/3/2018).

Masbuhin dari kantor hukum Masbuhin and Partnerts saat menunjukkan bukti cek kosong yang diterima Paguyuban Customer SIPOA

Masbuhin juga menambahkan bahwa dari 251 korban yang menjadi clien-nya mengalami kerugian secara total mencapai kurang lebih Rp 28 miliar. Dan sampai sekarang belum ada yang menerima penyerahan property dari masing-masing perusahaan tersebut.

“Bahkan ketika sebagian besar ingin membatalkan pembeliannya dan meminta kembali uang yang udah disetor, mereka justru mendapatkan cek penggantian yang ternyata kosong, alias cek kosong,” tambah Masbuhin.

Karena itu, masih menurut Masbuhin, pihaknya menduga ada upaya sistematis, masif, dan terstruktur dalam kasus ini, yang mengarah pada bentuk pencucian uang milik korban yang dilakukan dengan cara placement, yaitu menempatkan dana yang dihasilkan dari kegiatan kejahatan ke delam sistem keuangan.

Paguyuban Customer SIPOA Laporkan PT SIPOA Legacy Land dan 11 Perusahaan Dibawahnya ke Polda Jatim dengan Pasal TPPU

“Selain itu juga Layering, yaitu memindahkan atau mentransfer dari satu rekening ke rekening lainnya. Dan Integration, yaitu menyatukan uang yang telah dicuci dengan unit usaha lainnya yang sah,” terangnya.

Sementara terkait cek kososng yang diterima para client-nya, Masbuhin juga menambahkan, bahwa pihaknya juga akan melaporkan PT SIPOA Legacy Land dan 11 perusahaan dibawahnya tersebut dengan laporan pasal penipuan.

“Jumlah cek yang diterima klien kami sebagai pengembalian uang yang telah disetor ke SIPOA, tenyata saat dicairkan diolak oleh pihak bank karena saldo tidak cukup. Ini jelas penipuan karena memberikan cek kosong. Dan jumlahnya ada sekitar 100 lembar cek dengan total Rp 12 miliar,” jelas Masbuhin.

Adapun nama-nama perusahaan dan proyek property yang dilaporkan bersama PT SIPOA Legacy Land antara lain, PT Sipoa Propertindo Abadi dengan proyek propertinya Royal Mutiara Residence 1 dan 2, PT SIPOA Internasional Jaya dengan proyek propertinya Royal Mutiara Residence 3. Kemudian ada PT Graha Indah Jaya dengan proyek propertinya Royal Park Residence, Royal Town Regency, New Mount Regency.

Selain itu, ada PT Bahtera Sungai Jedine dengan proyek property Surabaya Sipoa City, PT Royal Prosperiti Prima, dengan proyek property Royal Blue Ocean Village, Royal Dancing Tower, Royal Sunset Village. Juga PT SIPOA dengan proyek Royal Business Park 1 dan 2.

Perusahaan lainnya adalah PT Megah Surya Indah Jaya, dengan proyek propertinya Royal Crown Palace, Royal Crown Residence. PT Guna Candra Imanoel Jedine Prosperiti dengan proyek Royal Park Village. PT Bumi Samudra Jedine, dengan proyek Royal Afatar World. PT Bali Sinar Graha dengan proyek propertinya Royal Mutiara Village 1 dan 2, Sunset Riverview Village. Seta PT Berkat SIPOA Jaya. (men)

Leave a Reply