Judi Pakai Hp, Seorang Wanita Dijerat UU ITE

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Ratna Puspita Halim, wanita 56 tahun, Warga Jalan Kupang Indah Surabaya, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas dugaan tindak pidana perjudian.

Yang menarik, dugaan tindak pidana perjudian yang dilakukan Ratna ini bukanlah perkara perjudian biasa. Terdakwa Ratna menggunakan sarana handphone untuk melakukan aktivitas perjudian jenis togel.

Dugaan tindak pidana perjudian menggunakan handphone itu terungkap saat jaksa Rakhmad Hari Basuki, jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut, membacakan surat dakwaannya di ruang sidang Garuda 1, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/3/2018).

terdakwa judi togel lewat HP, Ratna Puspita Halim

Lebih lanjut dalam surat dakwaan yang disusun dan ditandatangani Jaksa Djuariyah dan Jaksa Rakhmad Hari Basuki tersebut dijelaskan, terdakwa Ratna Puspita Halim pada hari Senin tanggal 18 Desember 2017, tepatnya sekitar pukul 20.30 Wib, bertempat di rumah Jl. Kupang Indah 19/23 RT.06 RW.05 Kota Surabaya, dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

“Penangkapan terdakwa Ratna ini berawal dari informasi yang diterima Unit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, bahwa di rumah Jl. Kupang Indah 19/23 RT.06 RW.05 Kota Surabaya, telah terjadi perjudian menggunakan sarana elektronik,” ujar Hari Basuki membacakan dakwaannya.

Selanjutnya, sambung Hari Basuki, petugas melakukan penyelidikan ke daerah tersebut dan diperoleh informasi tentang adanya penyelenggaraan perjudian jenis judi togel melalui Short Message Service (SMS) handphone.

“Pada hari Senin tanggal 18 Desember 2017, sekitar pukul 20.30 Wib, petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa Ratna Puspita Halim yang telah mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian jenis judi bola secara online, menggunakan sarana elektronik melalui sms menggunakan handphone,” lanjut Hari Basuki.

Selain menjelaskan tentang uraian tindak pidana yang dilakukan terdakwa, JPU juga membacakan barang bukti yang diamankan saat dilakukan penangkapan. Barang bukti yang sudah diamankan itu berupa satu unit telepon seluler atau handphone merk Xiaomi tipe MI MAX 2 dengan menggunakan simcard Telkomsel, satu unit telepon seluler atau handphone merk Samsung tipe GT-N7100, tujuh buku rekening BCA atas nama Ratna Puspita Halim, satu kartu ATM Paspor BCA jenis platinum warna silver dengan nomor kartu 601900452299xxx.

Dalam melakukan kegiatan perjudian jenis togel ini, masih menuut jaksa Hari Basuki, tedakwa melakukannya dengan cara mengirimkan pesan singkat atau SMS, menggunakan sarana dua buah handphone.

“SMS itu dikirimkan terdakwa ke Roy Idarto (DPO) dengan nomor seluler 08133637xxxx dan 0812399xxxx. Sedangkan total pembayaran tiap hari Selasa dan Jumat kepada Djie Roy Idarto alias Roy, dengan cara transfer ke rekening BCA 0409791xxx atas nama Roy Idarto (DPO) dengan menggunakan rekening BCA,” tambah jaksa Hari Basuki.

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaiman diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) UU RI NO. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu, dalam dakwaan kedua JPU, terdakwa melanggar pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHP. (men)

Leave a Reply