Raditya Dika Bahas Tips Sukses dalam Dunia Industri Kreatif di UK Petra

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Meski sudah berada dalam era ekonomi kreatif, akan tetapi pengembangannya di dunia industri kreatif masih sangat kurang. Ini dikarenakan masih minimnya informasi bahwa sebenarnya dunia industri kreatif sangat menjanjikan.

Karena itu pula, Universitas Kristen (UK) Petra Indonesia melalui program English for Creative Industry (ECI), menggelar takshow tentang bagaimana cara sukses di dunia industri kreatif, untuk mengajak anak muda tahu tips sukses di dunia industri kreatif.

Talkshow dengan tema Success in Creative Industry, yang digelar hari Rabu (4/4/2018) kemarin di Auditorium UK Petra Surabaya ini, menghadirkan seorang penulis buku, produser film, sutradara hingga komika terkenal yaitu Raditya Dika.

Raditya Dika Bahas Tips Sukses dalam Dunia Industri Kreatif di UK Petra

“Dengan adanya kegiatan ini kami ingin menghapuskan pandangan miring masyarakat umum mengenai dunia industri kreatif, sehingga wawasan peserta mengenai industri kreatif semakin terbuka”, ungkap Clarence Finley Limantara, selaku ketua panitia talkshow ini.

Sementara itu, dihadapan 578 peserta baik dari mahasiswa UK Petra maupun peserta umum, Raditya mengawali pembicaraannya dengan sebuah nasehat untuk “jangan pernah masuk dunia industri kreatif hanya karena ingin uang yang banyak atau menjadi terkenal”.

”Kita harus melakukan sesuatu yang terbaik yang kita bisa lakukan. Jika kita membuat karya yang baik maka secara otomatis maka masyarakat akan tahu dan suka, dan semuanya akan mengikuti dengan sendirinya”, ungkap pria yang bernah berkuliah di Australia ini.

Pria yang mengeluarkan buku bertajuk Kambing Jantan dan masuk kategori best seller ini sempat membuat gurauan pada peserta talkshow agar tidak terlalu tegang. Menurutnya kegelisahannya bisa menjadi kunci kreativitas dan jangan melupakan konten lokal dalam menjalankan industri kreatif khususnya di daerah.

”Tetaplah konsisten dalam menjalankan industri kreatif. Dan apapun yang dibuat, baik itu naskah maupun buku, hendaknya di kembangkan terlebih dahulu, harus ada bagian depan tengah dan belakang. Baru kemudian menulis ceritanya”, tutup Raditya. (men)

Leave a Reply