P3GI Susun Usulan Draf Revisi SNI GKP dan Draf SNI GKBT Melalui Workshop dan Riset

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Inspeksi pasar yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa dari 39 sampel yang diambil di pasar, 72% sampel tidak memenuhi persyaratan warna ICUMSA, yang tercantum dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) Gula Kristal Putih (GKP). Dan hal ini menimbulkan permasalahan yang cukup merugikan baik pabrik gula (PG) maupun petani.

Menindaklanjuti hal itu, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) melakukan focus group discution (FGD) yang dilanjutkan dengan menggelar workshop dan riset untuk penyusunan Draf Revisi SNI GKP dan penyusunan Draf SNI baru untuk Gula Kristal Berbasis Tebu (GKBT).

P3GI Susun Usulan Draf Revisi SNI GKP dan Draf SNI GKBT Melalui Workshop dan Riset

Seperti dikatakan Manajer Penelitian Pasca Panen P3GI, Risvan Kuswurjanto, pemberlakuan SNI GKP No. 3140.3:2010 wajib menuntut produksi GKP dari pabrik gula (PG) untuk memenuhi standar GKP 1 ataupun GKP 2 pada saat produksi maupun selama perdagangan di pasar.

“Pada kenyataannya, ketika sampai dipasar, GKP yang diproduksi melalui proses pemurnian sulfitasi, berpotensi mengalami perubahan warna, baik karena penyimpanan maupun saat di display di pedagang. Dan ini membuat GKP yang ada menjadi tidak sesuai dengan SNI GKP yang berlaku,” katanya disela acara workshop, di Graha Kebon Agung Surabaya, Rabu (11/4/2018).

GKP yang diproduksi melalui proses pemurnian sulfitasi, masih menurut Rivan, memang cukup rentan mengalami perubahan warna. Dan ini berbeda dengan proses pemurnian Defekasi Remelt Karbonatasi (DRK) yang relative tidak mengalami perubahan warna. Padahal saat ini sekitar 80% PG di Indonesia masih menggunakan proses pemurnian sulfitasi.

“Oleh karena itu, kami bersama stake holder lainnya mencoba merumuskan revisi SNI baru ini dengan tujuan mengakomodir atau mewadahi adanya permasalahan ini, juga karena beberapa poin dari SNI GKP yang ada, sudah tidak sesuai dengan perkembangan perundang-undangan pangan, selain beberapa parameter teknis yang perlu disempurnakan,” tambah Rivan.

Selain itu, lanjutnya, produsen GKP juga menginginkan adanya SNI yang dapat mewadahi variasi produk Gula Kristal Berbasis Tebu (GKBT) yang tidak hanya mewadahi satu jenis produk saja yaitu GKP.

“Nah, dengan melihat kondisi ini perlu disusun SNI baru terkait SNI GKBT yang di dalamnya mencakup standar GKP dan variasi produk gula kristal lain seperti brown sugar, castor sugar, tepung gula, dan cube sugar,” lanjutnya.

Risvan juga menambahkan, nantinya usulan draf revisi SNI GKP dan draf SNI GKBT ini akan diajukan bersamaan kepada Badan Standarisasi Nasional (SNI) untuk dapat diproses lebih lanjut dan ditetapkan. (men)

Leave a Reply