Kapal RST Ksatria Airlangga Kembali Layani Kesehatan Masyarakat Pulau Terpencil

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga yang digagas oleh Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini, sebelumnya telah berlayar ke beberapa kepulauan di Indonesia yakni Pulau Bawean dan Pulau Kangean.

Dan kali ini, RST Ksatria Airlangga kembali akan melakukan aksi sosialnya ke Pulau Sapeken selama seminggu dari tanggal 1–7 Mei 2018, dengan menyertakan 43 orang team medis yang terdiri dari dokter spesialis bedah umum, spesialis bedah plastik, spesialis anastesi, spesialis OB-GYN, spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis jantung, spesialis THT, spesialis gigi dan mulut, spesialis ortopedi, spesialis mata, dokter umum, perawat di kamar operasi, perawat anastesi dan petugas administrasi, serta 6 orang anak buah kapal (ABK).

Dan di Pulau Sapeken sendiri, tercatat sudah ada 920 pasien yang menunggu dan siap penerima pelayanan dari Kapal RST Ksatria Airlangga.

Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dengan didampingi Direktur PLN Jawa Bali Nusra, Djoko Rahardjo Abumanan, melakukan seremoni pelepasan Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga

Khusus untuk ekspedisi RST Ksatria Airlangga kali ini, selain mendapat dukungan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Pelindo 3 dan HHP Law Firm, juga mendapat suport dari Investree, yaitu sebuah perusahaan di bidang financial technology (fintech) yang sekaligus pionir peer-to-peer lending marketplace di Indonesia.

Seperti dikemukakan Co-Founder Investree, Dr. Amirrudin, dukungan ini adalah program CSR pertama Investree bersama Kapal RST Ksatria Airlangga.

“Sulitnya penduduk dalam mendapatkan Iayanan kesehatan yang memadai di pulau-pulau terpencil, membuat kami tergerak untuk bersama-sama membangun pemerataan dan kemudahan akses fasilitas kesehatan di Indonesia. Dan kali ini kami lakukan melalui program “Bakti Sapeken” bersama Kapal RST Ksatria Airlangga,” terangnya pada kabarsurabaya.com, Selasa (1/5/2018).

Suasana ruangan operasi di Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga

Amir, panggilan akrabnya juga menambahkan, sama halnya dengan Investree yang selalu mengupayakan akses dan inklusi keuangan di Indonesia, CSR pertama kami bersama RST Ksatria Airlangga ini diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk membantu mewujudkan akses kesehatan yang paripurna untuk semua dengan cara membangun awareness tentang kegiatan positif ini.

“Semoga keberadaan Investree sebagaimana halnya RST Ksatria Airlangga membawa berkah dan bermanfaat bagi sesama.” lanjutnya.

Sementara itu, Dr. Christijogo Sumartono, dr., Sp.An.(KAR) selaku Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga menyatakan rasa syukurnya atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Investree.

“Mudah-mudahan dengan gerakan sosial yang kami gagas ini, semakin banyak pihak yang sadar dan peduli bahwa masih banyak masyarakat di luar sana, khususnya di pulau-pulau terpencil, yang membutuhkan bantuan medis rujukan yang paripurna sehingga akan mendorong gerakan yang lebih luas lagi untuk membantu mereka,” terangnya.

RST Ksatria Airlangga merupakan kapal pinisi asli Indonesia yang dijadikan sebagai rumah sakit, persembahan dan ikatan Alumni Universitas Airlangga untuk masyarakat di kepulauan terpencil di Indonesia.

Dan pada tiga misi sebelumnya, tim RST Ksatria Airlangga telah membantu lebih dari 2.000 warga tidak mampu yang memerlukan pelayanan medis rujukan dengan dokter-dokter spesialis. (men)

Leave a Reply