Bulog Jatim Pastikan Stok Aman dan Lepas Armada Gerakan Stabilisasi Harga Pangan

SIDOARJO (kabarsurabaya.com) – Perum BULOG Divre Jatim melaksanakan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) dengan melepas 6 armada GSHP yang ditujukan untuk 6 pasar di kota Surabaya dan Sidoarjo.

Ke 6 pasar yang menjadi sasaran GSHP adalah Pasar Tambakrejo, Keputran, Genteng, Pucang Anom dan pasar di Sidoarjo adalah Pasar Larangan dan Sukodono.

Kadivre Bulog Jatim, Mohammad Hasyim menjelaskan bahwa untuk masa Ramadhan dan Lebaran, masyarakat tidak perlu kuatir akan adanya kelangkaan stok, karena stok beras, tepung terigu, gula dan minyak sangat mencukupi.

Bulog Jatim Pastikan Stok Aman dan Lepas Armada Gerakan Stabilisasi Harga Pangan

“Saat ini stok beras di kita ada 227 ribu ton yang cukup untuk kebutuhan hingga 10 bulan kedepan. Sementara untuk tepung terigu, stok di Bulog mencapai 104 ribu kilogram, dan minyak goreng sebanyak 750 ribu liter dan gula mencapai 25 ribu ton,” ujarnya usai pelepasan armada GSHP di Sidoarjo, Selasa (15/5/2018).

Hasyim juga menekankan untuk stok tidak perlu dikuatirkan. Justru yang harus dijaga adalah harga harus bisa tetap stabil.

Lebih jauh Hasyim juga menjelaskan bahwa rencananya Gerakan Stabilisasi Harga Pangan ini akan hadir di 20 titik pasar tradisional, 179 outlet RPK, 5 BUMN, 20 lokasi depan gudang/Kantor Subdivre dan 23 lokasi lainnya.

“Dengan digelontorkannya beberapa kebutuhan pokok ke pasaran, tentu kami berharap tidak ada kenaikan harga yang berarti. Karena kalau stoknya banyak, maka tentu harga tidak akan mengalami kenaikan,” terang Hasyim.

Selain itu, masih menurut Hasyim, Bulog pun sudah menjalin kerjasama dengan banyak pedagang di beberapa pasar.

“Hal ini penting, karena bisa memperbesar daya jangkau produk Bulog yang harganya lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” lanjutnya.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur, Dery Rossianto mengatakan dalam hal ini Bank Indonesia berperan untuk menyetabilan harga, karena BI selaku wakil dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memang harus menjaga agar tidak mengalami inflasi saat Ramadan dan lebaran.

“Meski akan ada beberapa kebutuhan pokok yang naik. Biasanya itu telor ayam karena di dua minggu pertama mendekati puasa, komoditas ini permintaannya meningkat, jadi harga cenderung agak naik. Tapi meski demikian, stok kita masih aman,” jelas Dery. (men)

Leave a Reply