Bom di Surabaya Akibatkan Bisnis Ritel Lost Omset Hingga 33,9 Milyar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Terjadinya peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu, ternyata berdampak besar pada bisnis retail, khususnya di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Dikatakan ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jawa Timur, April Wahyu Widati, peristiwa bom yang terjadi di Surabaya telah menyebabkan bisnis retail khususnya anggota APRINDO, secara total dari yang level kecil hingga level supermarket, mengalami kehilangan penjualan hingga Rp 33,9 Miliar selama 2 hari kemarin.

Bisnis Ritel di Jatim alami Lost Omset Hingga 33,9 Milyar akibat adanya Bom di Surabaya

“Kerugian yang dialami para peritel anggota APRINDO di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik selama 2 hari (Senin dan Selasa, 14-15 Mei 2018) pasca peledakan bom di gereja dan Polrestabes Surabaya, mencapai Rp 33,9 milyar,” terangnya pada kabarsurabaya.com, Rabu (16/5/2018).

Widati juga menambahkan, dampak penurunan yang terbesar terjadi pada peritail yang lokasinya berada disekitar kejadian ledakan.

Apa yang terjadi kemarin (adanya bom bunuh diri, red), menurut Widati telah membuat para peruitail shock dan terkejut karena tidak pernah menyangka hal ini bisa terjadi di Surabaya yang selama ini selalu aman dan damai.

“Namun kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah bersama pihak kepolisian dan pihak terkait, yang cukup cepat dalam penanganan pasca ledakan.

“Meski demikian, kami berharap ada tindakan lanjutan untuk membuat masyarakat tidak takut lagi, dengan membuat kondisi menjadi lebih kondusif. Dengan demikian, bisnis retail yang terpuruk ini bisa segera kembali seperti sebelumnya,” tambah Widiati.

Sementara dari pihak peritail, Widiati mengatakan akan berupaya meningkatkan gairah belanja masyarakat lagi, dengan tindakan konkrit yang mampu membuat masyarakat tidak takut lagi dan merasa nyaman berbelanja.

“Langkah-langkah konkrit yang akan kami lakukan bisa berupa special promo yang menarik, seperti diskon yang lebih besar maupun pemberian voucher kepada konsumen,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply