Paguyuban Customer Sipoa Akan Duduki Lahan Sipoa Group

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kurang puas dengan kerja Kepolisian terhadap perkembangan kasus penipuan properti PT Sipoa Legacy Land serta laporan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), korban PT Sipoa yang tergabung dalam Paguyuban Customers Sipoa (PCS) kembali akan menggelar aksi lanjutan.

Aksi lanjutan yang disampaikan dalam Pernyataan Sikap PCS pada hari Kamis, 31 Mei 2018 ini, pada intinya meminta agar pihak Kepolisian bias segera melakukan penyitaan asset PT Sipoa serta melelangnya guna mengembalikan dana para nasabah yang sudah dirugikan PT Sipoa.

Pernyataan Sikap Paguyuban Customer Sipoa

Juru bicara PCS, Ary Istiningtyas Rini W. SH dengan didampingi Advokat dan Consultant Hukum dari kantor hukum Masbuhin dan partners menjelaskan, meski mengapresiasi kerja kepolisian yang sudah menetapkan 6 orang tersangka pada kasus ini, tetapi para korban Sipoa Group menilai bahwa penahanan saja tidak akan memberikan dampak apapun bagi para korban.

“Kami memang mengapresiasi kerja kepolisian. Tetapi sejak kami melaporkan jajaran direksi Sipoa di Polda Jatim tanggal 26 Maret 2018 lalu, kami tidak melihat adanya upaya dari kepolisian untuk melakukan penyitaan terhadap aset milik Sipoa Group yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk mengembalikan dana kami,” terangnya pada kabarsurabaya.com.

Masih menurut Ary, memang polisi telah menahan 6 orang tersangka dan menyita 1 unit mobil Toyota Alphard dalam kasus ini.

Paguyuban Customer Sipoa Akan Duduki Lahan Sipoa Group

“Tapi berapa sih harga mobil Aplhard yand disita itu ? Harganya masih jauh dibawah dari nilai kerugian yang kami semua alami yang mencapai 30 Miliar Rupiah. Karena itu kami mendorong pihak kepolisian untuk melakukan penyitaan asset PT Sipoa yang besar seperti tanah dan bangunan,” tambah Ary

Karena itu pula, masih menurut Ary, pihaknya akan mengambil langkah untuk mendorong dilakukan penyitaan asset yang dimiliki oleh Sipoa Group agar hak-hak yaitu uang tanda jadi ataupun uang pembayaran yang sudah lunas dibayarkan oleh mereka bisa kembali, dengan melakukan aksi pendudukan terhadap asset PT Sipoa.

“Sekitar 500 orang korban Sipoa akan menduduki lahan Royal Avatar World milik Sipoa yang ada di kawasan Menanggal Surabaya pada tanggal 2 Juni 2018 besok. Kami menuntut agar pihak Kepolisian segera menyita aset tanah dan bangunan dari Sipoa Group ini,” tambahnya.

Ary juga menjelaskan bahwa untuk aksi pendudukan ini, pihaknya sudah mengkomunikasikan dan mendapatkan ijin dari pihak terkait seperti Polsek Waru dan tembusan ke Polres Sidoarjo Kota.

“Kami akan berjuang terus sampai hak kami bisa kami dapatkan. Dan bila aksi pertama kami ini tidak ada kemajuannya, maka kami akan menduduki lahan Sipoa lainnya dengan jumlah massa yang lebih besar lagi,” pungkas Ary.

Sementara kuasa hukum PCS, Masbuhin menambahkan bahwa meski langkah yang sudah dilakukan Polisi dengan melakukan penangkapan, pemeriksaan dan penahanan beberapa pengurus PT Sipoa, memang sudah semestinya, namun jika tidak diikuti dengan penyitaan asset, maka bisa menimbulkan banyak spekullasi kemungkinan yang bisa jadi merugikan para costumer ini.

“Yang paling utama dan terpenting bagi para klien atau korban adalah kembalinya dana yang sudah mereka setorkan atau bayarkan,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply