Kelanjutan Pendudukan PCS Pada Aset Sipoa Group, Polda Pasang Pengumuman, Ini beritanya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Setelah melakukan beberapa usaha untuk menuntut haknya, termasuk dengan aksi pendudukan lahan asset milik Sipoa Group yang ada di kawasan wisata menanggal Surabaya, atau tepatnya di lahan Royal Avatar World, Waru, Sidoarjo, para korban Sipoa Group yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS) mulai mendapat sedikit angin segar, dengan dipasangnya papan pengumuman oleh Polda Jatim di lokasi.

Polda Jatim memasang papan pengumuman di lokasi bahwa “Tanah ini dalam Proses Penyidikan” sesuai dengan perkara laporan polisi nomor (1) LPB/1576/XII/2017?UM/Jatim, Tgl 18-12-2017 dan (2) LPB/373/III/2018/UM/Jatim, Tgl 28-03-2018.

Kelanjutan Pendudukan PCS Pada Aset Sipoa Group, Polda Pasang Pengumuman, Ini beritanya

Menurut koordinator PCS Ary Istiningtyas Rini, SH, ini menunjukkan bahwa sudah ada kemajuan dari apa yang diperjuangkan PCS, khususnya setelah melakukan aksi beberapa waktu lalu..

“Ya ini berarti ada kemajuan. Tapi tentunya ini masih jauh dari apa yang kami harapkan, yaitu disitanya asset tersebut dan pada saatnya diputuskan pengadilan untuk dikembalikan pada yang berhak, yaitu para korban (customer) Sipoa Group,” terang Ary pada kabarsurabaya.com, Rabu (6/6/2018).

Ary juga menambahkan bahwa PCS mengapresiasi respon Penyidik Polda Jatim atas tuntuntan kami yang meminta agar dilakukan penyitaan atas seluruh tanah dan bangunan sebagai barang  bukti yang diduga sebagai hasil kejahatan, karena memang secara hukum memenuhi kualifikasi persyaratan untuk disita.

“Memang penyidik Polda Jatim sudah menyampaikan bahwa mereka telah mengajukan permintaan “izin penyitaan khusus” atas tanah dan bangunan yang diduga sebagai hasil kejahatan. Penjelasan ini kami terima pada hari Senin, tanggal 04 Juni 2018 kemarin, ” tambah Ary.

Infonya, masih menurut Ary, izin penyitaan khusus telah dikirimkan hari itu kepada 3 Pengadilan Negeri (PN), yaitu PN Sidoarjo, PN Surabaya dan PN Denpasar, atau dimana tanah dan bangunan yang diduga sebagai hasil kejahatan tersebut terletak.

“Untuk me-recheck sampai sejauhmana kebenaran atas informasi dan penjelasan Penyidik dimaksud, Kami PCS hari ini telah melayangkan surat secara resmi kepada ke-3 (tiga) Pengadilan Negeri yang dimaksud untuk meminta informasi dan penjelasan secara sah, tetang kebenaran surat Penyidik tersebut,” lanjutnya.

Ary juga kembali menegaskan bahwa meskipun PCS mengapreasisi kinerja Penyidik dalam penanganan kasus dan tuntutan ini, tetapi pihaknya merasa sedikit heran dengan tulisan didalam tanah dan bangunan dalam proyek Royal Afatar World (RAW) yang berbunyi Tanah ini dalam proses Penyidikan.

“Tulisan tersebut memiliki makna hukum dan sosial yang berbeda dengan tuntuntan kami, serta multi tafsir dan tidak berkepastian hokum. Seharusnya bertuliskan Tanah dan Bangunan ini dalam proses Penyitaan Penyidik Polda Jatim,” harap Ary. (men)

Leave a Reply