Aprindo Jatim : Lebaran Jadi Kunci Pencapaian Target Penjualan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Setelah sempat mengalami penurunan yang cukup besar akibat bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu, para pelaku bisnis retail mencoba bangkit dan berusaha mengejar pencapaian target, dengan memanfaatkan moment Lebaran.

“Memang para pelaku bisnis retail sempat mengalami penurunan drastis akibat bom beberapa waktu lalu. Tapi dengan membaiknya kondisi yang cukup cepat, serta adanya moment Lebaran ini, kami berharap bisa mengejar target yang sempat terganggu tersebut,” terang Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati, Sabtu (9/6/2018).

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati bersama Koordinator Wilayah Timur Aprindo Pusat, Abraham Ibnu

April, panggilan akrabnya juga menjelaskan bahwa membaiknya kondisi ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan ritail modern yang mencapai 30 % pada akhir Mei kemarin, bila dibandingkan bulan yang sama tahun 2017.

“Kenaikan ini sangat ditunjang oleh persiapan masyarakat dalam menyambut Lebaran yang akan datang pada pertengahan bulan Juni ini,” tambahnya.

Karena itu, masih menurut April, target penjualan Lebaran yang dipatok di angka Rp 1,7 triliun di bulan Juni ini, sangat mungkin bisa diraih.

“Apalagi kan ada dana tunjangan hari raya (THR) yang mulai cair. Dan kami perkirakan, sebesar 40 % lebih akan masuk di sektor retail untuk kebutuhan Lebaran,” tambah April.

Diketahui, secara nasional, total dana THR yang dikucurkan Pemerintah untuk seluruh PNS mencapai Rp 35,56 triliun. Belum termasuk dari sektor swasta atau diluar PNS.

Diakui Asri, lebaran memang menjadi moment terbesar para pelaku bisnis retail untuk meningkatkan penjualan, karena ada dana lebih yang dimiliki masyarakat dari THR, serta meningkatnya kebutuhan untuk hari raya.

Sementara Koordinator Wilayah Timur Aprindo Pusat, Abraham Ibnu, yang mendampingi April Wahyu Widati menambahkan, meski peluang mencapai target cukup besar, namun dengan pendeknya masa berbelanja pada lebaran kali ini karena lebaran jatuh di pertengahan bulan Juni, maka para pelaku bisnis ritail perlu meningkatkan strategi penjualan yang tepat.

“Kalau tahun lalu lebaran jatuh pada akhir bulan, sehingga waktu belanja cukup panjang, tapi sekarang jatuh di pertengahan bulan, jadi waktu belanja lebih pendek. Karena itu kalau ingin target yang dicanagkan terpenuhi, maka para pelaku bisnis retail harus tepat dalam melakukan strategi pemasarannya,” terangnya. (men)

Leave a Reply