Batik Fashion Fair Kembali akan Digelar Desember 2018

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Debindo Mitra Tama (Debindo) kembali akan menggelar Pameran Batik Fashion Fair untuk yang ketiga kalinya, sejak digelar pertama pada 2016. Pameran yang menampilkan keindahan hasil karya produk fashion berupa batik, tenun, sulaman, bordir, aneka produk kerajinan aksesoris, dan lainnya ini, akan digelar di Grand City Convex Surabaya 5–9 Desember 2018 yang akan datang.

Dikatakan Direktur Utama Debindo, Dadan Kushendarman, event ini digelar dengan maksud dan tujuan memberi apresiasi dan kesempatan yang seluas luasnya kepada para pengusaha serta pengrajin batik dan bordir daerah, untuk dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan kreativitas, produktifitas maupun jaringan pasar secara maksimal.

Batik Fashion Fair Kembali akan Digelar Desember 2018

“Tentunya baik di pasar global, maupun sekaligus menempatkan batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan baik di dalam negeri maupun mancanegara,” terangnya, di acara launching Batik Fashion Fair 2018 di Swiss Bellin Hotel Tunjungan Surabaya, Senin (9/7/2018).

Dadan juga menjelaskan bahwa salah satu langkah yang ditempuh pemerintah dalam rangka peningkatan produksi dan penyerapan pasar secara optimal bagi para pengrajin / industri batik dan border, adalah dengan membangun image dan apresiasi, serta kerangka promosi yang regular dan kontinyu terhadap perkembangan industri batik nasional sebagai warisan budaya bangsa.

“Salah satu langkah itu, diwujudkan melalui Batik Fashion Fair 2018 ini,” tambah Dadan.

Sementara tujuan strategis dari penyelenggaraan Batik Fashion Fair 2018 ini menurut Dadan, diantaranya adalah menciptakan ajang promosi berskala nasional bagi produk unggulan batik, bordir dan aksesoris pendukung, meningkatkan peluang pasar domestic dan mengembangkan potensi pasar internasional, mengembangkan desain-desain terbaru dan memberi pengetahuan atau edukasi tentang industri batik, serta meningkatkan kecintaan pemakaian produk dalam negeri.

“Tentu saja yang tidak boleh dilupakan adalah mempertemukan dan menjalin relationship stakeholder industri batik, seperti: perajin, supllier bahan baku batik, agen, distributor, pedagang, pembeli grosir, serta mempertemukan pasar offline dan online dalam satu tempat pameran,” jelasnya.

Dadan juga menjelaskan, untuk pameran kali ini, jumlah stand yang disiapkan mencapai 230 stand, atau meningkat dibanding pelaksanaan tahun 2017 yang berjumlah 219 stand. Begitu juga dengan target jumlah pengunjung dipatok di angka 30.000, yang berarti ada kenaikan target dari tahun sebelumnya yang mencapai 29.819 pengunjung.

“Sementara untuk target transaksi, kami menargetkan diangka Rp 5 milyar, karena tahun lalu kita bisa mencapai Rp 4,54 milyar. Semoga ini bisa tercapai, meski penyelenggaraan Batik Fashion Fair ini sudah mendekati perta demokrasi besar Indonesia,” harap Dadan.

Batik Fashion Fair 2018 ini, selain didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, juga didukung oleh berbagai asosiasi terkait, seperti: Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia Jawa Timur (ASPERAPI), Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ), Perkumpulan Pengusaha Bordir Jawa Timur (PERSADlR) , Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Jawa Timur (APPMI), Pengrajin Aksesoris Batu Permata (PERABA), serta Perkumpulan Pensusaha Busana Jawa Timur (PERSANA).

“Berbagai produk Batik, Bordir, Tenun, Songket, Kain Tradisional, Busana Daerah, Sulaman, Sasirangan, Perhiasan, Aksesoris, Rajutan dan Produk Penunjang lainnya, dipastikan akan mengisi stand-stand yang ada di Batik Fashion Fair 2018 ini,” pungkas Dadan. (men)

Leave a Reply