Sidang Dugaan Penipuan dan Penggelapan Pembelian Apartemen Royal Avatar World Mulai Digelar di PN Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan pembelian Apartemen Royal Avatar World digelar perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (24/7/2018). Dalam sidang kali ini menghadirkan langsung dua terdakwa yakni Budi Santoso dan terdakwa Ir Klemens Sukarno Candra Direktur Utama dan Komisaris PT Bumi Samudra Jedine.

Pada persidangan yang terbuka untuk umum ini, mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmat Hari Basuki dan Winarko dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan secara bergantian itu dijelaskan, terdakwa Budi Santoso dan terdakwa Ir. Klemens Sukarno Candra didakwa dalam dakwaan kesatu melanggar pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, dalam dakwaan kedua, terdakwa Budi Santoso dan terdakwa Ir. Klemens Sukarno Candra didakwa melanggar pasal 378 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka didakwa melakukan penipuan dana pembelian Apartemen Royal Afatar World, Sipoa.

dua terdakwa yakni Budi Santoso dan terdakwa Ir Klemens Sukarno Candra Direktur Utama dan Komisaris PT Bumi Samudra Jedine.

“PT. Bumi Samudra Jedine dalam menjalankan kegiatan usahanya, juga telah melengkapinya dengan Keputusan Bupati Sidoarjo nomor : 188/121/404.1.3.2/2014 tanggal 12 Februari 2014 tentang pemberian izin lokasi untuk keperluan pembangunan apartemen dan sarana penunjangnya di Desa Kedungrejo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo an. PT. Bumi Samudra Jedine,” ungkap Rakhmad Hari Basuki saat membacakan surat dakwaannya.

Dalam surat dakwaan yang disusun dan ditanda tangani Djuariyah dan Rakhmad Hari Basuki itu juga dijelaskan, Desember 2013, bagian marketing PT. Bumi Samudra Jedine mulai memasarkan Apartemen RAW yang rencananya akan dibangun 14 tower apartemen dan satu Tower untuk kantor. Masing-masing tower ada 27 lantai.

“Dalam melakukan pemasarannya, PT. Bumi Samudra Jedine membuat miniatur Apartemen RAW, membagikan brosur tentang Apartemen RAW, dan menawarkan dengan harga jauh lebih murah dibandingkan apartemen lainnya sehingga masyarakat atau konsumen menjadi tertarik dan berminat membelinya,” terang Hari Basuki.

Dalam perkembangannya, setelah sebanyak 10 tower dengan berbagai macam type dengan total seluruhnya 1104 pemesan sudah membayar, ternyata pembangunan seperti yang dijanjikan, tidak terealisir. Diantara konsumen yang sudah membayar itu bernama Syane Angely Tjiongan yang akhirnya menjadi pelapor dan Dra. Linda Gunawati Go.

Menanggapi surat dakwaan yang dibacakan Jaksa di muka persidangan, dihadapan majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan tersebut, tim kuasa hukum terdakwa yang terdiri dari Sabron Pasaribu, Andry Ermawan, Franky, Agung Widodo, Arifin, Timotius sepakat untuk mengajukan nota keberatan atau eksepsi pada sidang minggu depan.

“Kami tim penasihat hukum akan mengajukan eksepsi,” ucap Sabron.

Saat ini, lanjut Sabron, tim kuasa hukum Budi Santoso dan Klemens, sedang melakukan langkah-langkah yang bertujuan untuk mencari solusi supaya bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah dengan menginventarisir harta kekayaan dan aset perusahaan.

“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, aset kedua terdakwa dan perusahaan, jumlahnya melebihi total hutang atau banyaknya uang yang sudah dibayarkan konsumen untuk membeli apartemen di perusahaan Sipoa,” ungkap Sabron.

Karena jumlah aset yang begitu banyak itu, sambung Sabron, perusahaan sedang mengupayakan untuk mencari investor yang mau membeli aset-aset tersebut. Jika seluruh aset sudah terjual, maka bagi customer yang ingin uangnya dikembalikan, akan dikembalikan.

“Itu salah satu pembelaan kami nanti,” katanya.

Disisi lain, dimintai keterangan seusai sidang, Antonius Joko Mulyono yang menjadi koordinator Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S) yang merupakan para korban dugaan penipuan dan penggelapan Apartemen Royal Avatar World, menilai apa yang disampaikan pihak terdakwa hanya sebatas retorika saja.

“Pembicaraan soal akan menjual asset ke investor dan mengembalikan uang kami itu sudah disampaikan sejak tahun 2016 lalu. Tapi mana buktinya ?” terang Anthony.

Karena itu ia dan para korban penipuan dan penggelapan Apartemen Royal Avatar World, berharap nantinya sidang memutuskan akan menyita asset yang dimiliki PT. Bumi Samudra Jedine, melelangnya dan mengembalikan uang para korban. (men)

Leave a Reply