Mahasiswa UNAIR Juarai Desain Logo ASEAN+3 UNet

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Salah satu capaian membanggakan bagi mahasiswa adalah ketika dirinya mampu meraih prestasi. Bukan hanya di bidang akademik, melainkan juga non-akademik. Apalagi, prestasi yang diraih sudah level internasional.

Adalah Adi Wisnu Nugraha, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang berhasil memenangkan kompetisi logo ASEAN+3 Unet. Logo resmi Asean+3 Unet ini akan dipakai secara internasional sejak hari penyerahan, Kamis (26/7/2018) di Ballroom Hotel Rizqun, Brunei Darussalam.

Adi Wisnu Nugraha (kiri) bersama Direktur Eksekutif AUN Choltis Dhirathiti (kanan).

Acara bertajuk AUN+3 Rector’s Meeting ini sendiri, dihadiri oleh rektor dan perwakilan seluruh anggota AUN di ASEAN, ditambah dengan 3 negara (+3) lain, Jepang, Korea, dan Cina.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam Dr Sujatmiko. Sujatmiko, yang menghadiri upacara penganugerahan menyampaikan selamat kepada Adi yang telah mendapatkan penghargaan sebagai pemenang ASEAN+3 Logo competition yang diikuti oleh 93 peserta, dengan entry sebanyak 152 dari 9 negara ASEAN.

“Tentu ini merupakan pertarungan yang berat, dan Adi dapat menang. Ini dapat membawa nama baik Indonesia. Saya ucapkan selamat untuk Adi, dan juga selamat untuk UNAIR Surabaya yang kali ini kembali membawa nama harum Indonesia di kancah ASEAN+3Unet,” terangnya.

Wisnu, sapaan karib Adi Wisnu Nugroho, cukup terkejut saat menerima pengumuman ini karena lomba tersebut sudah cukup lama dan ia nyaris melupakan bahwa dirinya telah mengikuti lomba level internasional itu.

Wisnu mendapatkan informasi lomba dari official akun LINE UNAIR. Dengan dibantu beberapa teman untuk memberi masukan, Wisnu mengirim sepuluh logo untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut. Dari sepuluh desain logo itu, memang ada satu yang menurutnya paling dijagokan.

Wisnu tak mendapatkan inspirasi yang muluk-muluk atas desain yang ia kirim. Sebelum pembuatan desain logo, ia melakukan riset tentang logo-logo ngetren yang banyak dipakai institusi pendidikan. Ia menggabungkan warna bendera tiga negara yang tergabung dalam ASEAN+3 Unet, yakni Cina, Jepang, dan Korea.

Wisnu mengakui, sebelumnya dirinya belum pernah mengikuti event serupa. Namun, ia memang memiliki skill desain yang hanya ia pakai dalam keikutsertaan kepanitiaan atau kegiatan organisasi di kampus.

Atas prestasinya itu, Wisnu mendapatkan menghargaan berupa uang tunai senilai 800 US Dollar atau setara dengan Rp 10.810.810,8 bersert sertifikat pengakuan dari  ASEAN+3 Unet. (men)

Leave a Reply