Mahasiswi UK Petra Menangkan Lomba Vlog Kantor Staf Presiden

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia memiliki cara lain untuk membuat anak-anak muda berkontribusi dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Salah satunya dengan menggelar lomba vlog KSP, sebagai salah satu cara agar para mahasiswa menyampaikan pendapatnya secara kreatif.

Ada dua kategori dalam lomba vlog ini, kategori pertama yaitu Kontribusiku untuk Negeri yang berisi pendapat dan usulan atas kinerja pemerintah Indonesia. Sedangkan kategori kedua yaitu Caraku Menuju 2045 yang berisi cita-cita dan rencana 10 tahun ke depan, serta upaya apa yg dipersiapkan sejak sekarang.

Elisabeth Glory Victory, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil menjadi pemenang lomba Vlog Kantor Staf Presiden

Peserta membuat vlog selama satu menit dan mengunggahnya di instagram pribadi masing-masing peserta, peserta juga harus mentag lima temannya. Disertai dengan menuliskan caption menarik, mention dan tag instagram Kantor Staf Presiden, serta memberi tagar #kantorstafpresiden, #KSPmendengar, #kerja3ersama, dan #KSPgoestocampus. Peserta diberi waktu untuk mengunggah video hingga 9 April 2018.

Adalah Elisabeth Glory Victory, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra) berhasil menjadi pemenang dalam kategori Kontribusi Untuk Negeri.

Awalnya mengikuti kategori Caraku Menuju 2045, tetapi justru terpilih menjadi pemenang untuk kategori Kontribusiku untuk Negeri. Hal ini berdasarkan hasil pertimbangan juri karena substansi vlognya yang memberi pandangan tajam atas isu distrust anak muda terhadap pemerintah akibat gap komunikasi dan menunjukkan aksi konkrit dengan menjadi influencer sosial politik.

Dalam vlognya, gadis yang biasa disapa Ory ini menyatakan keinginannya agar masyarakat Indonesia terutama anak-anak muda dan kaum terpelajar tidak lagi apatis dan peduli terhadap politik.

Sebagai mahasiswa, Ory sering mendengar perkataan teman-temannya bahwa siapapun pemimpinnya, tidak akan ada perubahan, politik dianggap jauh dari kita. Buruknya persepsi terhadap pemerintah ini menimbulkan apatisme di kalangan mahasiswa. Apalagi dengan adanya publisitas akan bobroknya Indonesia, juga menambah gap dan distrust politik di kalangan masyarakat.

“Rasa kecewa menghambat kontribusi anak muda untuk membuat gebrakan, padahal kita anak-anak muda adalah kunci perubahan,” ungkap alumnus SMAKr Petra 2 ini.

Menyongsong 100 tahun Indonesia di tahun 2045 mendatang, mahasiswi kelahiran Ambon 20 tahun silam ini menyatakan keinginannya untuk menghentikan distrust politik yang ada.

“Indonesia butuh pemimpin, tapi bukan hanya di bidang politik, tetapi juga di sosial media. Karena itulah yang menyuntik informasi bagi mahasiswa seperti kami, agar menceritakan bahwa harapan itu masih ada dan bahkan sangat terang bagi yang mau berjuang,” ujar mahasiswa semester lima ini.

Sebagai hadiah, Ory berkesempatan melakukan eduventure ke Kantor Staf Presiden di Jakarta pada 28-29 Juni 2018 dengan biaya dari Kantor Staf Presiden, serta mendapat uang saku sebesar Rp. 1.000.000,-.

Dan selama di Jakarta, putri pasangan Mayri Suzana dan David Yenarto ini diajak berkeliling Kantor Staf Presiden, berdiskusi dengan para staf Kantor Staf Presiden, serta bertemu dengan Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia. (men)

Leave a Reply