BNN Bongkar Kasus TPPU Narkotika Jaringan Lapas Beromset 24 Miliar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Badan Nasional Narkotika (BNN) bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Narkotika, yang melibatkan jaringan Lapas.

Adapun aset yang berhasil disita petugas totalnya mencapai Rp 24 miliar dalam bentuk uang tunai, emas, motor, mobil dan rumah.

Pengungkapan kasus ini, dilaksanakan BNNP Jatim di tempat tinggal tersangka di jalan Mulyosari Utara nomor 45 Surabaya hari ini, Selasa (31/7/2018).

BNN Bongkar Kasus TPPU Narkotika Jaringan Lapas Beromset 24 Miliar

Dari kasus ini, petugas menetapkan 5 orang sebagai tersangka, yaitu AW alias KW, Army Roza alias BOBI (narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang), Ali Akbar Sarlak (warga negara Iran narapidana kasus narkotika di Lapas Tangerang), TTA alias SE, dan LB.

Kepala BNN, Irjen Pol Heru Winarko mengatakan, kasus ini bermula dari terungkapnya kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh Juvictor Indraguna beserta barang bukti berupa 8.3 Kg sabu yang ditangkap pada bulan Maret 2018 lalu.

“Dari kasus tersebut, PPATK dan Direktorat TPPU BNN, melakukan pendalaman serta penyelidikan dan berhasil mengungkap transaksi aliran dana yang diduga berasal dari hasil bisnis narkotika,” tuturnya.

Sementara Kepala BNN Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menambahkan, modus operandi pencucian uang yang dilakukan oleh para tersangka melalui perusahaan money changer, serta perusahaan fiktif yang bergerak di bidang emas dan tembaga sebagai sarana transaksi.

“Salah satu tersangka, yaitu TTA alias SE bahkan membuat identitas palsu dengan nama SE untuk membuka rekening di salah satu bank yang kemudian digunakan kekasihnya, yaitu Ali Sarlak, untuk melakukan transaksi perputaran uang hasil bisnis narkotika tersebut,” pungkasnya.

Para tersangka terancam Pasal 3, 4. dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Diketahui, terhitung sejak Januari hingga Juli 2018, BNN telah mengungkap 15 kasus TPPU dan 22 tersangka dengan nilai aset mencapai Rp 127.099.503.874. (men)

Leave a Reply